Perbudakan di Korea Utara Tertinggi di Dunia

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 22:34 WIB
Perbudakan di Korea Utara Tertinggi di Dunia Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya 40 juta orang di seluruh dunia terjebak dalam perbudakan modern, lebih dari sebelumnya. Kemiskinan, konflik dan krisis memicu perdagangan perbudakan global.

Dilansir Thomson Reuters Foundation Senin (30/7), mulai buruh pabrik, peternakan, kapal-kapal nelayan dan perempuan yang terpaksa menjual seks, hingga mereka yang dieksploitasi diambil organnya, serta anak-anak yang dipaksa mengemis, atau dipaksa menikah, perdagangan manusia merupakan kejahatan yangn cepat berkembang.

"Korea Utara, Eritrea dan Burundi diperkirakan memiliki tingkat perbudakan modern tertinggi di dunia, dengan jumlah korban perbudakan terbanyak di India, China dan Pakistan," tulis Reuters.



Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan 30 Juli sebagai Hari Melawan Perdagangan Manusia. Tujuannya untuk mengakhiri kerja paksa dan perbudakan modern pada 2030.

Berikut beberapa fakta dan angka tentang perbudakan modern dan perdagangan manusia di seluruh dunia.

Perdagangan manusia bisa berupa eksploitasi seperti prostitusi, kerja paksa, mengemis, kriminalitas, pembantu rumah tangga, pernikahan paksa, dan pengambilan organ.

Menurut PBB, wajah perbudakan manusia telah berubah. Lebih banyak anak-anakdan pria menjadi korban. Orang-orang yang terjebak dalam kerja paksa jauh lebih besar ketimbang satu dekade lalu.


Sedikitnya 40 juta orang menjadi korban perbudakan modern di seluruh dunia. Hampi 25 juta terjebak dalam kerja paksa dan 15 juta pada kawin paksa.

Tiga perempat di antar korban adalah perempuan. Satu dari empat anak korban perbudakan modern terjadi di Afrika, lalu Asia dan Pasifik.

Tingkat perbudakan tertinggi dunia terjadi di Korea Utara. Diperkirakan satu dari 10 orang diperbudak. Lalu disusul Eritrea 9,3 persen, Burundi empat persen, Republik Afrika Tengah 2,2 persen, Afghanistan 2,2 persen, Mauritani 2,1 persen, Sudan Selatan 2 persen, Pakistan 1,7 persen, Kamboja 1,7 persen dan Iran 1,6 persen.

Adapun jumlah budak terbesar terdapat di India yakni delapan juta orang, diikuti China 3,86 juta, Pakistan 3,19 juta, Korea Utara 2,64 juta, Nigeria 1,39 juta, Iran 1,29 juta, Indonesia 1,22 juta, Republik Demokratik Kongo satu juta, Rusia 794 ribu dan Filipina 784 ribu.


Dilansir Thomson Reuters Foundation, perdagangan manusia diperkirakan menghasilkan keuntungan bagi para penyelundup dan pedagang manusia sebesar US$150 miliar setiap tahunnya.

Tujuan Global PBB yang disahkan pada 2015 menyerukan pemberantasan kerja paksa, perbudakan modern dan perdagangan manusia dan mengakhiri pekerja anak pada 2030.

(nat/nat)


ARTIKEL TERKAIT