Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan Konsulat Jenderal RI di Davao City telah meminta konfirmasi mengenai WNI yang disebut menjadi korban sekaligus diduga sebagai pelaku dalam insiden tersebut.
"Kemlu telah meminta KJRI Davao meminta informasi resmi apakah ada WNI yang menjadi korban atau diduga pelaku bom Basilan," ucap Iqbal kepada wartawan melalui pesan singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.45 waktu lokal itu menewaskan sedikitnya 10 orang dan lima lainnya terluka.
Peristiwa itu juga menewaskan sejumlah warga sipil, Kopral Samad M Jumah, serta empat anggota Angkatan Bersenjata Sipil Unit Geografis (CAFGU) bernama Muid Manda, Adzlan Abdula, Titing Omar, dan Hermilito Gapo Jr.
Reyeg mengatakan otoritas tak menutup kemungkinan insiden ini sebagai serangan bom bunuh diri.
Meski begitu, aparat Filipina belum mengonfirmasi secara pasti identitas pelaku serangan tersebut. (nat)