Di ARF, Pompeo Akan Desak ASEAN Pertahankan Sanksi buat Korut

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 19:23 WIB
Di ARF, Pompeo Akan Desak ASEAN Pertahankan Sanksi buat Korut Menlu AS Michael Richard Pompeo. (REUTERS/Aaron P. Bernstein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo mendesak anggota Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk terus menekan Korea Utara dengan sanksi hingga negeri itu benar-benar melucuti senjata nuklirnya.

Pernyataan itu akan disampaikan Menlu Pompeo saat menghadiri ASEAN Regional Forum (ARF) di Singapura, Sabtu (4/8).

Desakan AS tersebut muncul di saat Korut diduga masih membeli minyak secara ilegal melalui transaksi kapal di perairan internasional meski masih berada di bawah sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)


"Kami tetap khawatir dengan transaksi pembelian ilegal yang dilakukan Korut, khususnya produk minyak, transaksi antar-kapal laut yang dilarang PBB. Kami berencana memanfaatkan pertemuan ini untuk mengingatkan semua negara tentang kepatuhan mereka di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB," kata pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang tak disebut namanya kepada wartawan, Selasa (31/7).


ASEAN Regional Forum merupakan pertemuan yang digagas negara Asia Tenggara sebagai wadah berdialog dan berkonsultasi bersama sejumlah negara mitra ASEAN tentang penanganan masalah politik dan keamanan di kawasan.

Selain 10 negara anggota ASEAN, forum yang dibentuk pada 1994 itu beranggotakan 10 negara mitra dan 7 negara di kawasan seperti Australia, Amerika Serikat, Bangladesh, Kanada, China, Korea Utara, Korea Selatan, Uni Eropa, India, Mongolia, Selandia Baru, Pakistan, Papua Nugini, dan Rusia.

Menlu Korsel Kang Kyung-wha dan Menlu Korut Ri Yong Ho dipastikan hadir dalam gelaran pertemuan antar-diplomat tertinggi negara itu. Meski begitu, pejabat Kemlu AS menolak apakah Pompeo akan bertemu empat mata dengan Ri Yong Ho di sela-sela acara tersebut.


"Mereka [Pompeo dan Ri Yong Hi] akan berada di satu ruangan yang sama dan pastinya akan ada sejumlah diskusi terkait denuklirisasi Korut karena [isu itu] secara tradsional kerap dibahas dalam pertemuan ini," kata sumber itu seperti dikutip Reuters.

AS tengah menghadapi kritik karena sejumlah pihak menganggap pertemuan bersejarah Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un pada 12 Juni lalu tak cukup menekan Korut untuk segera melucuti senjata nuklirnya.

Di hadapan Senat baru-baru ini, Pompeo juga mengatakan Pyongyang masih memproduksi bahan senjata nuklir.

Padahal, Trump terus membangga-banggakan Kim Jong-un karena dianggap mulai melucuti salah satu situs uji coba rudalnya beberapa waktu lalu.


Trump juga terus mengatakan ancaman nuklir Korut telah berakhir, menyusul pertemuan perdananya dengan Kim Jong-un pada 12 Juni lalu di Singapura. Trump menganggap dia dan Kim Jong-un menghasilkan kesepakatan denuklirisasi.

"Ya, mereka (Korut) masih memproduksi material fisik (nuklir)," kata Pompeo dalam rapat Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pekan lalu.

Meluruskan pernyataan Trump, Pompeo mengatakan bahwa "Presiden setuju bahwa sistem utama (nuklir) yang mengancam Amerika tetap ada."

"Saya pikir apa yang dimaksud dalam komentar Presiden Trump adalah bahwa ketegangan telah sangat berkurang," kata Pompeo.

[Gambas:Video CNN]

Dilansir Straits Times, forum tersebut bakal menjadi panggung diplomasi proses perdamaian Korea. Keberadaan kedua Korea dalam forum tersebut bakal dimanfaatkan untuk membahas rekonsiliasi. "Kami menawarkan pertemuan bilateral. Belum ada respons dari Korea Utara," kata pejabat Kementerian Korea Selatan.

Menlu Korsel, Kang Kyung-hwa akan bertemu secara bilateral dengan Menlu Pompeo. Belum jelas apakah Pompeo juga akan bertemu Menlu Korut, Ri Yong-ho.

(nat)