Rusia akan Balas Sanksi Baru AS Terkait Peracunan Skripal

CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 13:00 WIB
Rusia akan Balas Sanksi Baru AS Terkait Peracunan Skripal Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. ( Reuters/Sergei Karpukhin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia memutuskan untuk membalas langkah Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow terkait dugaan keterlibatan Kremlin dalam kasus peracuan eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal di Salisbury, Inggris, awal Maret lalu.

"Rusia tengah merencanakan langkah-langkah pembalasan," ucap juru bciara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova kepada wartawan di Moskow, Kamis (8/9).

Kremlin menyebut sanksi baru yang menargetkan impor Rusia dari AS itu sebagai "langkah yang tidak bisa diterima."


Kabar sanksi AS yang baru berlaku pada pertengahan Agustus itu langsung membuat nilai mata uang rubel dan pasar saham Rusia merosot.



Zakharova menganggap kasus peracunan Skripal hanya alasan "yang dibuat-buat" AS agar bisa menjatuhkan sanksi buat Rusia.

"Kami sedang terancam eskalasi tekanan dan penambahan sanksi lebih lanjut," kata Zakharova seperti dikutip AFP.

"Dengan cara ini, AS dengan sadar memilih cara untuk mempertegang tensi dalam hubungan bilateral kedua negara yang secara praktis telah berada di titik terendah akibat sikap mereka."

Rusia berkeras membantah seluruh dugaan terkait keterlibatan Kremlin dalam upaya pembunuhan Skripal.

Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan tidak sadarkan diri pada awal Maret lalu di salah satu bangku dekat pusat perbelanjaan di Salisbury, Inggris. Kepolisian London menyimpulkan keduanya terpapar racun saraf Novichok yang selama ini dikategorikan sebagai salah satu senjata kimia.

Sanksi baru AS ini terdiri atas dua tahap berdasarkan Undang-Undang tentang Senjata Kimia dan Biologi 1991.

Sanksi tahap pertama disebut menargetkan barang-barang teknologi AS ke Rusia yang dapat digunakan militer. Barang-barang jenis ini dikategorikan sebagai barang sensitif karena meyangkut "keamanan nasional" sehingga memerlukan tinjauan dan persetujuan secara kasus per kasus oleh pemerintah federal sebelum diekspor ke Rusia.

Rusia Balas Sanksi Baru AS Terkait Peracunan SkripalFoto: REUTERS/Peter Nicholls


Washington kemudian akan meminta Moskow menaati tuntutan dengan menjamin bahwa negara itu menyetop menggunakan senjata kimia atau biologi dalam 90 hari ke depan. Rusia juga harus mengizinkan inspektur menginspeksi untuk memastikan kepatuhan.

"Jika Rusia tidak mematuhi tuntutan, AS harus memertimbangkan apakah akan memberlakukan sanksi tahap kedua sebagaimana ditentukan undang-udang," ucap seorang pejabat Kemlu AS kepada CNN.

Serangkaian sanksi ini disebut bisa memangkas ekspor AS ke Rusia hingga jutaan dolar. (nat/nat)