Kuba Gelar Referendum Konstitusi Februari 2019

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 22:16 WIB
Kuba Gelar Referendum Konstitusi Februari 2019 Rakyat Kuba akan menggelar referendum untuk meratifikasi konstitusi baru pada 24 Februari 2019. (REUTERS/Alexandre Meneghini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rakyat Kuba akan menggelar referendum untuk meratifikasi konstitusi baru pada 24 Februari 2019.

Tanggal referendum bertepatan dengan peringatan proklamasi konstitusi 1976 yang berlaku saat ini dan dimulainya Perang Kemerdekaan Kuba pada 1895.

Parlemen Negara di Laut Karibia itu menyetujui rancangan konstitusi baru pada Juli lalu. Rancangan undang-undang dasar baru Kuba itu akan dibeberkan kepada masyarakat untuk dibahas mulai 13 Agustus hingga 15 November 2018.



"Kami memiliki tantangan yang sangat penting yaitu mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam proses konsultasi untuk konstitusi baru dan dukungan tanpa syarat pada 24 Februari mendatang," kata Panglima Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba, Mayor Lazaro Arronte mengatakan kepada Channel Cubavision, stasiun televisi pemerintah Kuba, Kamis (9/8).

Untuk pertama kalinya, konstitusi baru akan mengakui peran pasar dan sektor swasta dalam ekonomi sosialis yang sangat dikendalikan pemerintah di negara pulau itu, di bawah pengawasan Partai Komunis Kuba (PCC).

Perubahan itu akan memberikan dukungan bagi reformasi ekonomi yang dimulai satu dekade lalu oleh Presiden Raul Castro yang selesai menjabat pada April lalu dan digantikan oleh Presiden baru Kuba, Miguel Diaz-Canel.

[Gambas:Video CNN]

Dokumen itu juga akan menyediakan jalur hukum bagi pernikahan sesama jenis, sebuah tuntutan penting dari komunitas sosial LGBT.

Kuba berencana memberikan kesempatan bagi 1,4 juta penduduknya asingnya untuk berkontribusi terhadap konstitusi baru.

Ini pertama kalinya kaum imigran akan memiliki suara atas pulau itu sejak revolusi pada 1959. Belum diketahui apakah mereka akan berpartisipasi dalam referendum konstitusi Kuba Februari 2019 mendatang. (cin/nat)