Alat Bantu Seks Dikira Bom, Bandara Jerman Ditutup

CNN, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 12:49 WIB
Alat Bantu Seks Dikira Bom, Bandara Jerman Ditutup Ilustrasi. (Istockphoto/Clubfoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai alat bantu seks, termasuk sebuah vibrator dikira bom, menyebabkan penutupan sebagian Bandara Schonefeld, Berlin, Jerman, Selasa (7/8).

"Petugas bandara sedang melakukan pemeriksaan bagasi dengan X-ray saat menemukan hal yang mencurigakan di salah satu bagasi," kata polisi federal Berlin sebagaimana dilansir CNN, Sabtu (11/8).

Karena dalam pemindaian awal tersebut isi bagasi tidak jelas, mereka mengeluarkan peringatan sekitar pukul 11 pagi. Akibatnya, Terminal D bandara ditutup, sementara polisi menyelidiki barang-barang yang mencurigakan di dalam tas.




Pemilik tas pun dipanggil melalui sistem pengeras suara bandara dan menjelaskan isi kopernya kepada polisi.

Namun, dia enggan menyebut isi tasnya, diduga karena malu. Menurut juru bicara polisi federal, si pemilik menyebut barang bawaannya berisi 'barang-barang teknis'.

Setelah diselidiki selama satu jam, melibatkan pasukan penjinak bom, aparat keamanan akhirnya menyimpulkan bahwa barang-barang tersebut adalah mainan atau alat bantu seks.

Terminal D Bandara Schonefeld kembali dibuka pada siang harinya.

Insiden terjadi di hari yang sama di Bandara Frankfurt, bandara tersibuk di Jerman yang dievakuasi setelah sebuah keluarga yang dites positif membawa peledak, secara tidak sengaja dibiarkan meninggalkan area keamanan.

Insiden keamanan di Bandara Frankfurt, Jerman itu berdampak pada 7.000 penumpang. Kedua peristiwa terjadi musim liburan di Eropa. Pada 2016, hampir seperempat dari 1,2 miliar perjalanan dilakukan oleh orang Eropa pada Juli dan Agustus.

(nat)