Cerita Horor Warga Dubai, Dua Kali Terjebak Gempa Lombok

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 16:15 WIB
Turis asal Dubai yang berwisata ke Lombok dan Bali bersama suami dan tiga anaknya yang masih kecil merasakan dua kali gempa NTB. Evakuasi warga asing dari Gempa Lombok, NTB. (Dok. Kemlu RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah keluarga warga Dubai, Uni Emirat Arab menceritakan kepanikan yang dirasakannya, setelah gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (5/8). Mereka pun merasakan gempa Lombok berkekuatan 6,4 skala Richter sepekan sebelumnya.

Oral Carbery, wanita keturunan Irlandia bersama tiga anaknya bernama Niamh (9), Aofie (6), dan Conor (5) merasakan gempa bumi saat dirinya sedang berada di Umalas dan Seminyak, Bali.

Carbery mengatakan bahwa gempa kedua yang terjadi pada Minggu (5/8) malam jauh lebih besar dari sebelumnya, sehingga dirinya memutuskan untuk membawa ketiga anaknya keluar dari pulau itu.


"Tidak ada yang tahu seperti apa rasanya sampai anda terjebak didalamnya. Kita sedang berada di restoran di Seminyak tepat sebelum gempa bumi terjadi. Terasa sensasinya seperti ruangan ini terus berguncang, dan kamu merasa seperti akan pingsan," kata dia.

"Saya tahu bahwa itu adalah gempa bumi. Seluruh lantai, meja, dan lampu mulai berguncang, kondisinya sangat mengerikan. Aku mencoba memegang anak-anakku, semua orang berteriak dan berusaha untuk keluar dari gedung sebelum runtuh," kata dia menambahkan.



Carbery mengatakan kepada situs berita The National AE, kekacauan yang terjadi mengakibatkan orang-orang berlarian ke segala arah untuk mencari lokasi yang aman.

"Aku sempat kehilangan Conor selama beberapa detik, karena semua orang berdesakan dan mendorong satu sama lain untuk keluar dari ruangan," katanya.

"Beruntungnya seorang pria Belanda bersama keluarganya melihat Conor dan menolongnya. Setelah situasi aman baru dirinya mengantar Conor kepadaku," kata dia menambahkan.

Gempa Bumi Pertama

Gempa bumi pertama terjadi saat keluarganya di Umalas, NTB pada 29 Juli lalu.

Carbery mengatakan sekitar pukul 7 malam, dirinya mengira ada seseorang yang berusaha ingin masuk ke dalam vila. "Tapi kemudian aku menarik tirai, dan melihat air di kolam renang sudah berguncang seperti ombak," kata dia.

Cerita Horor Warga Dubai, Dua Kali Terjebak Gempa LombokFoto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Gili Trawangan pascagempa Lombok, NTB.


Sandra Alain, wanita keturunan Kanada yang berprofesi sebagai guru Sekolah Menengah di Dubai sedang keluar untuk menikmati makan malam di pulau Lembongan bersama temannya saat gempa bumi berlangsung.

"Kami dalam perjalanan pulang saat kami tahu di jalanan penuh dengan orang-orang," kata dia.

"Ada iringan mobil-mobilan warga, serta seluruh turis keluar dari hotel mereka dan menuju ke atas bukit, kemudian seseorang mengumumkan bahawa terjadi peringatan tsunami," kata dia menambahkan.

Alain mengatakan bahwa staf di bar juga menyuruh semua orang keluar dan pergi ke atas bukit secepat mungkin.


"Orang-orang berusaha memberhentikan truk dan menarik keluarga serta teman-teman mereka untuk naik keatasnya," kata dia sambil menambahkan bahwa semua orang sangat panik.

Alain mengatakan bahwa ada turis yang berbaik hati memberikan tumpangan agar dirinya selamat.

"Aku menghabiskan beberapa jam bersama keluarga dari wanita yang memberikanku tumpangan sebelum aku dibawa pulang," katanya.

Dirinya juga mengakui bahwa pada malam itu tidak bisa tidur karena berjaga-jaga menghadapi gempa susulan.

Gili Trawangan pascagempa Lombok, NTB.Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Gili Trawangan pascagempa Lombok, NTB.


Gempa susulan terjadi besok malamnya, Alain terbangun dua kali karena guncangan tersebut.

Dia mengatakan bahwa dia dibanjiri dengan pesan dari keluarga dan teman-temannya yang mengkhawatirkan keselamatannya.

"Ada beberapa teman saya berada di pulau lainnya dan hotel mereka sudah hancur," kata dia.

"Banyak penduduk lokal yang mengatakan kepada kita untuk tidak tidur, karena ada kemungkinan gempa susulan terjadi lagi," kata dia menambahkan.

Dia mengatakan keluarganya dibangunkan tengah malam dan disuruh pergi ke tempat yang lebih tinggi oleh pihak berwenang.

[Gambas:Video CNN]

Gempa yang mengguncang pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menghancurkan ribuan bangunan dan menewaskan lebih dari 300 orang.

Gubernur NTB memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat sampai 25 Agustus 2018 dengan jumlah korban jiwa mencapai 387 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat. (cin/nat)