Khamenei Sebut Salah Urus Ekonomi Penyebab Krisis Iran

AFP/Reuters, CNN Indonesia | Senin, 13/08/2018 17:55 WIB
Khamenei Sebut Salah Urus Ekonomi Penyebab Krisis Iran Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamanei mengatakan salah urus ekonomi oleh pemerintah Iran, bukan sanksi AS, penyebab krisis ekonomi. (Reuters/leader.ir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh pemerintah salah urus ekonomi dan harus memperbaiki kinerja agar negara itu bisa mengatasi sanksi ekonomi yang baru diterapkan kembali oleh AS dan keluar dari krisis yang terjadi.

"Salah urus ekonomi, bukan sanksi, yang membuat warga Iran kesulitan...Saya tidak menyebut hal ini sebagai pengkhianatan, tetapi kesalahan besar di bidang ekonomi," ujar Khamenei yang dikutip oleh televisi pemerintah Iran.

Ini merupakan tanggapan pertama yang dikeluarkan Khamenei teerkait penerapan kembali sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat.


"Dengan manajemen dan perencanaan yang lebih baik kita akan bisa melawan sanksi itu dan mengatasinya," tambah Khamenei.
Nilai mata uang Iran rial turun sekitar 50 persen sejak April akibat ancaman penerapan sanksi ekonomi oleh AS saat itu. Permintaan dolar meningkat karena warga Iran berusaha menyelamatkan tabungan mereka.

Washington akhirnya mengumumkan penerapan sanksi ekonomi pada Selasa (7/8) dan Presiden Donald Trump mengancam akan menjatuhkan hukuman kepada negara lain yang melanjutkan hubungan dagang atau beroperasi di Iran.

Iran sendiri mengecam sanksi yang disebutnya "sikap sepihak AS".

Para pejabat Iran menuduh "musuh" berperan dalam kejatuhan nilai mata uang rial dan kenaikan harga koin emas. Pihak berwenang pun menangkap 60 orang, termasuk beberapa pejabat, dengan pasal yang hukuman maksimalnya adalah hukuman mati.

Perang Ekonomi

Khamenei, pada Sabtu (11/8), meminta langkah hukum "cepat dan adil, dari pengadilan tindak pidana korupsi setelah kepala badan yudikatif Iran mengatakan Iran sedang mengadapi "perang ekonomi.
Warga Iran yang khawatir dengan kondisi ekonomi melakukan aksi protes terkait kejatuhan nilai tukar rial, kenaikan harga makanan dan korupsi.

Aksi protes di kota-kota Iran ini dimulai dengan slogan menentang biaya hidup yang tinggi, harga barang mahal dan lapangan kerja yang langkah. Namun, aksi tersebut pun berubah menjadi aksi menentang pemerintah.
Khamanei Sebut Salah Urus Ekonomi Penyebab Krisis IranWarga Iran melakukan aksi protes di berbagai kota terkait kondisi ekonomi yang semakin sulit yang berubah menjadi aksi menentang pemerintah. (AFP/STR)
Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ini dikeluarkan setelah kondisi ekonomi negara itu semakin memburuk setelah AS menerapkan kembali sanksi ekonomi. 

Presiden Donald Trump menerapkan kembali sanksi setelah AS mundur dari kesepakatan internasional yang bertujuan menghentikan program nuklir Iran.

Trump mengatakan kesepakatan itu tidak akan berhasil dan menyebut Iran harus berhenti ikut campur dalam konflik di Suriah dan Yaman.

Sanksi yang dijatuhkan AS ini melarang Iran melakukan perdagangan emas dan logam berharga lain. Selain itu Iran juga dilarang membeli mata uang dolar dan sanksi di sektor otomotif.
Amerika Serikat mengatakan akan menjatuhkan sanksi yang menyasar sektor minyak dan industri perkapalan Iran pada November jika pemerintah negara itu tidak memenuhi tuntutan mereka. (yns)