Arab Saudi Kucurkan Bantuan untuk Suriah Rp1,46 Triliun
DZA | CNN Indonesia
Sabtu, 18 Agu 2018 03:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi mengucurkan dana bantuan kepada Suriah sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,46 triliun (asumsi kurs Rp14.600 per dolar AS) dalam kampanye yang didukung Amerika Serikat. Sumbangan ini diperuntukan untuk menstabilkan Suriah bagian timur laut yang pernah menjadi jajahan kelompok negara Islam radikal (ISIS).
Dilansir dari AFP, dana tersebut diberikan secara tunai guna merekonstruksi daerah yang sebelumnya dikuasai oleh para jihadis ISIS. Kontribusi ini bertujuan untuk mendukung proyek stabilisasi di daerah tersebut.
"Akan memainkan peran penting dalam upaya koalisi untuk merevitalisasi masyarakat, seperti Raqa, yang telah dihancurkan oleh teroris ISIS," jelas kedutaan besar Arab Saudi.
Uang itu dikatakan dapat menyelamatkan nyawa, serta membantu dan memfasilitasi kembalinya pengungsi Suriah. Selain itu mereka juga memastikan bahwa ISIS tidak akan muncul lagi untuk mengancam Suriah atau merencanakan serangan terhadap komunitas internasional.
Berdasarkan laporan yang diterima pada bulan April kemarin, pihak Amerika Serikat sedang melakukan pencarian anggota untuk membentuk pasukan di Arab. Pasukan ini nantinya akan menggantikan pasukan sebelumnya yang berada di Timur Laut Suriah.
Namun, pemerintah AS belum memberikan konfirmasi secara langsung mengenai laporan tersebut.
ISIS mendeklarasikan 'kekhalifahan'-nya setelah merebut wilayah Irak dan Suriah pada 2014 silam. Beberapa wilayah telah digulingkan ISIS, seperti ibukota Suriah, Raqa, dan Damaskus. (agi)
Dilansir dari AFP, dana tersebut diberikan secara tunai guna merekonstruksi daerah yang sebelumnya dikuasai oleh para jihadis ISIS. Kontribusi ini bertujuan untuk mendukung proyek stabilisasi di daerah tersebut.
"Akan memainkan peran penting dalam upaya koalisi untuk merevitalisasi masyarakat, seperti Raqa, yang telah dihancurkan oleh teroris ISIS," jelas kedutaan besar Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang itu dikatakan dapat menyelamatkan nyawa, serta membantu dan memfasilitasi kembalinya pengungsi Suriah. Selain itu mereka juga memastikan bahwa ISIS tidak akan muncul lagi untuk mengancam Suriah atau merencanakan serangan terhadap komunitas internasional.
Berdasarkan laporan yang diterima pada bulan April kemarin, pihak Amerika Serikat sedang melakukan pencarian anggota untuk membentuk pasukan di Arab. Pasukan ini nantinya akan menggantikan pasukan sebelumnya yang berada di Timur Laut Suriah.
Namun, pemerintah AS belum memberikan konfirmasi secara langsung mengenai laporan tersebut.
ISIS mendeklarasikan 'kekhalifahan'-nya setelah merebut wilayah Irak dan Suriah pada 2014 silam. Beberapa wilayah telah digulingkan ISIS, seperti ibukota Suriah, Raqa, dan Damaskus. (agi)