Namun, ia memberi catatan bahwa gencatan itu akan ia pertahankan selama Taliban juga mematuhinya.
"Saya sekali lagi mengumumkan gencatan senjata mulai besok [Senin (20/8)] sampai [peringatan] Maulid Nabi selama Taliban juga melakukannya," kata Ghani, dikutip dari AFP, Minggu (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman itu dilakukan setelah Taliban melancarkan serangan besar-besaran terhadap ibukota provinsi Ghazni.
Sebelumnya, pemerintah Afghanistan dan Taliban sempat melakukan gencatan senjata tiga hari dalam rangka Idulfitri, pada Juni.
Warga berswafoto dengan Taliban saat gencatan senjata Idulfitri, di Afghanistan, Juni. (REUTERS/Mohammad Ismail) |
Ghani melanjutkan bahwa pihakna sudah menghapus "semua rintangan" menuju perdamaian setelah berkonsultasi dengan para ulama, partai politik, dan kelompok masyarakat sipil.
"Kami menyerukan kepada pimpinan Taliban untuk menyambut keinginan warga Afghanistan untuk perdamaian abadi dan nyata, dan kami mendesak mereka untuk bersiap-siap untuk perundingan perdamaian berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam," tuturnya.
Selain itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pun menyambut pengumuman itu dan mendorong Taliban melakukan hal yang sama.
"Saya mendorong Taliban untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap warga Afghanistan dengan menghormati [seruan gencatan senjata] itu," cuitnya.
[Gambas:Twitter]
Di kalangan warga Afghanistan, pengumuman ini menuai respons beragam.
"Kita seharusnya tidak memohon perdamaian dengan Taliban. Saya berjanji, jika saya melihat ada [pejuang] Taliban memakan es krim di Kabul, saya akan memukulnya dengan batu," tulis pengguna Facebook Rahman Ahmadi.
Warga lainnya lebih optimistis menyambut upaya perdamaian sementara ini.
(arh)
Warga berswafoto dengan Taliban saat gencatan senjata Idulfitri, di Afghanistan, Juni. (