Kepada AFP, sumber kepolisian mengatakan pelaku "telah dinetralkan" oleh kepolisian Trappes setelah mencoba bersembunyi di sebuah gedung, tanpa menjelaskan pria tersebut tewas atau tidak.
Dikutip Reuters, BFM TV melaporkan pelaku berteriak "Allahu Akbar" saat melakukan aksinya, namun polisi belum bisa dimintai konfirmasi soal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trappes, kota berpenduduk sekitar 30.000 orang, merupakan pinggiran dari perluasaan Ibu Kota Paris. Kota tersebut dikenal dengan masalah kemiskinan, kejahatan gengster, dan interpretasi ajaran Islam garis keras.
Trappes memiliki populasi Muslim yang besar. Sebanyak 50 warganya dilaporkan pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS, kata sumber keamanan Perancis.
Perancis sempat menerapkan status darurat keamanan pada 2015 lalu menyusul serangan teror mematikan di Paris yang menewaskan hingga 130 orang. Namun, status tersebut dicabut pada November lalu setelah Undang-Undang Antiterorisme diberlakukan. (has)