Penembakan Florida, Turnamen Game yang Berubah Horor

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 27/08/2018 10:56 WIB
Penembakan Florida, Turnamen Game yang Berubah Horor Penembakan di Jacksonville, Florida menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya. (REUTERS/Joey Roulette)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taylor Poindexter dan kekasihnya tak menyangka pengalaman mengikuti turnamen video games Madden NFL 19 Tournament pada Minggu (26/8), di Jacksonville, utara Florida, Amerika Serikat, berubah mencekam. Tak ada yang menyangka, turnamen yang menyenangkan berujung pada penembakan yang mengerikan menewaskan dua orang dan melukai belasan lainnya.

Taylor dan kekasihnya menjadi salah satu saksi mata yang melihat David Katz, peserta lomba lainnya, melontarkan serangkaian tembakan membabi buta kepada orang-orang yang ada di GLHF Game Bar, tempat turnamen berlangsung.

Taylor menyebut dia dan sang kekasih melihat pria 24 tahun itu menodongkan senjatanya kepada beberapa peserta lomba.


"Kami melihat dia [Katz]. Dua tangannya memegang pistol, berjalan mundur, dan melepaskan tembakan di sekelilingnya," ucap Taylor kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

"Saya takut hidup saya dan kekasih saya terancam," katanya menambahkan.

Penembakan terjadi sekitar pukul 13.34 waktu lokal. Saat kejadian berlangsung, bar tersebut tengah menyiarkan langsung secara online kompetisi video game sepakbola.

Akibatnya, persitwa penembakan itu sempat terekam secara online. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, layar menampilkan tampilan video game dengan insert layar dua pemuda yang akan bermain.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara tembakan, dan tampilan video game terputus. Namun, suara tembakan masih terdengar beberapa kali serta suara jerit-jeritan orang yang panik.

Kepolisian Jacksonville melaporkan tiga orang tewas akibat insiden itu, termasuk sang pelaku yang bunuh diri setelah melakukan aksinya, dan belasan orang lainnya terluka.

Salah satu pengguna Twitter, Drini Gjoka, mengatakan dia ikut berpartisipasi dalam turnamen itu dan menjadi salah satu korban Katz.

Gjoka mengaku ikut tertembak di bagian tangannya.

"Hari terburuk dalam hidup saya. Saya tidak akan menyia-nyiakan hal apapun lagi. Hidup bisa terputus dalam hitungan detik," kicaunya di Twitter.

Seorang gamer lainnya, Chris 'Dubby' McFarland terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tembakan Katz mengenai kepalanya.

Penembakan Florida, Turnamen Game yang Berubah HororFoto: REUTERS/Joey Roulette


"Namun, saya merasa baik-baik saja, hanya goresan di kepala saya. Trauma dan hancur rasanya," tulisnya di Twitter.

Hingga kini kepolisian belum menjelaskan motif pelaku. Namun, sejumlah media melaporkan bahwa Katz melakukan aksinya karena kalah perlombaan.

Sejumlah politikus dan senator AS turut mengungkapkan keprihatinan atas insiden penembakan massal yang cukup sering terjadi di Negeri Paman Sam, mendesak perlunya pemerintah menggodok regulasi kepemilikan senjata.

Sampai saat ini Presiden Donald Trump belum memberi pernyataan terkait insiden penembakan pada Minggu siang itu. Namun, Gedung Putih menyebut orang nomor satu di AS itu telah diberi penjelasan mengenai perkembangan terkini terkait peristiwa tersebut.

Penembakan massal di Jacksonville ini menjadi yang kedua kalinya terjadi di Florida dalam beberapa bulan terakhir. Pada Februari lalu, peristiwa serupa juga terjadi di Sekolah menengah Atas Marjory Stoneman Douglas hingga menewaskan 17 pelajar dan melukai belasan lainnya. (nat)