Geert Wilders Batalkan Lomba Kartun Nabi Muhammad

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 08:41 WIB
Geert Wilders Batalkan Lomba Kartun Nabi Muhammad Politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders. (Pegida Veranstaltung/flickr.com (CC BY-SA 2.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Parlemen Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders mengumumkan pembatalan kompetisi kartun Nabi Muhammad, Kamis (31/8). Rencana lomba karikatur Nabi Muhammad tersebut menuai kecaman dunia Islam, termasuk Indonesia dan Pakistan.

Ribuan warga Pakistan turun ke jalan untuk memprotes rencana tersebut, Rabu (29/8). Mereka membakar foto Wilders, dan bendera Belanda, bahkan mengancam untuk membunuhnya.

"Untuk menghindari risiko korban kekerasan Islam, saya memutuskan untuk tidak membiarkan kontes kartun tersebut berlangsung," kata politisi sayap kanan Belanda itu dalam sebuah pernyataan tertulis yang dilansir The Guardian.



Partai Wilders, Partai Kebebasan, mengumumkan rencana menggelar kontes karikatur Nabi Muhammad pada November mendatang. Rencana itu disampaikan Partai Kebebasan di markas mereka di Gedung Parlemen Belanda, Juni lalu. Mereka mengklaim rencana itu telah disetujui Badan Anti-Terorisme Belanda, NCTV.

Rencana itu memicu protes kemarahan di Pakistan, dan ancaman pembunuhan terhadap Wilders dari seorang pria berusia 26 tahun, yang ditangkap di Den Haag, Selasa (27/8).

Wilders dikenal dengan retorika anti-Islam dan anti-imigran. Retorika tersebut membuat Partai Kebebasan terdongkrak posisinya, dari partai gurem yang tidak dikenal menjadi partai kedua terbesar kedua di Parlemen setelah pemilu Maret lalu.

Platform partai Wilders antara lain menyerukan agar Belanda tidak menerima imgiran atau pencari suaka dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Wilders juga mengkampanyekan anti-jilbab di tempat umum. Dia bahkan melarang ucapan khas muslim karena dianggap melanggar ketertiban umum.

Dalam pernyataan pembatalan lomba karikatur Nabi Muhammad, Wilders tetap mengobarkan jargon anti-islamnya. "Ini bukan semata soal saya," kata Wilders. "Para penentang acara tersebut tidak saja melihat saya, tapi seluruh Belanda sebagai target."

Lomba karikatur Nabi Muhammad tidak mendapat dukungan dari pemerintah Belanda. Perdana Menteri Mark Rutte mempertanyakan motif Wilders. "Tujuan dia bukan mendebat Islam," kata Rutte pekan lalu. "Tujuan dia untuk memprovokasi."

Meski begitu, Rutte menegaskan bahwa rakyat Belanda memiliki kebebasan berekspresi yang luas dan pemerintah tidak berniat untuk membatalkan kontes tersebut.

Selain Pakistan, Indonesia juga menyampaikan protes atas rencana pelaksanaan kontes kartun bertema Nabi Muhammad. "Menteri Luar Negeri RI telah berkomunikasi dengan Menlu Belanda, Stephanus Abraham Blok untuk menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam rencana pelaksanaan kontes tersebut," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan di laman resmi, Kamis (30/8).

Menlu Retno Marsudi menyatakan rencana tersebut merupakan tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab. "Kegiatan tersebut membahayakan upaya bersama dalam menciptakan perdamaian, stabilitas dan toleransi antar agama dan peradaban," kata Kementerian Luar Negeri RI.

Indonesia menekankan bahwa kebebasan berekspresi adalah sesuatu yang harus dihormati, namun tidak tanpa batas. "Semua pihak berkewajiban untuk senantiasa memegang teguh prinsip toleransi untuk saling menghormati," kata Kemlu RI.

(nat)