Moskow berencana secara bertahap menaikkan batas usia pensiun di tengah perekonomian negara yang sedang kesulitan akibat sanksi dari sejumlah negara Barat. Ini menjadi kenaikan pertama dalam kurun hampir 90 tahun terakhir.
Usulan yang sudah disetujui oleh majelis rendah Rusia pada pembacaan tingkat pertama Juli lalu ini memicu kemarahan publik yang jarang terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga bekerja keras dan tak berumur panjang," kata Igor kepada AFP.
Polisi memperkirakan ada sekitar 6 ribu orang yang mengikuti aksi protes yang digalang Partai Komunis, sementara 1.500 orang lain menggelar protes berskala kecil, juga digelar di Moskow.
Protes serupa juga terjadi di sejumlah kota lain di Rusia, termasuk di Saint Petersburg yang ditaksir diikuti 2.500 demonstran.
Putin sendiri dalam pidatonya berupaya melunakkan kebijakan batas usia pensiun tersebut.
Dia mengusulkan untuk menaikkan usia pensiun hingga lima tahun menjadi 60 tahun untuk wanita, bukan delapan tahun seperti yang direncanakan sebelumnya. Sementara usia pensiun negara untuk pria akan meningkat lima tahun menjadi 65.
Partai Komunis mengatakan pihaknya tidak akan mendukung proposal tersebut meskipun ada perubahan dan menegaskan kembali seruan untuk menggelar referendum mengenai masalah ini.