FOTO: Surutnya Danau Kami, Kekeringan Kembali Landa Poopo

CNNIndonesia & Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 18:00 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Danau Poopo, danau terbesar di Bolivia, Amerika Latin kembali surut akibat dilanda kekeringan yang kerap terjadi tiap tahunnya.

Danau Poopo yang merupakan danau terbesar kedua di Bolivia kembali mengering. Ini bukan kekeringan yang pertama. Dalam beberapa tahun belakangan, Danau Poopo hampir selalu mengalami kekeringan disetiap tahunnya. (REUTERS/David Mercado)
Danau ini terletak di Altplano Bolivia dan berada di ketinggian 3.700 meter. Tahun 1990, danau ini memiliki luas 2.000 kilometer persegi yang membuatnya menjadi danau terbesar kedua di Bolivia setelah danau Titicaca. (REUTERS/David Mercado)
Penduduk sekitar Danau Poopo yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan menggantungkan hidup mereka pada danau Poopo terpaksa harus mencari pekerjaan lain untuk menghidupi hidup setelah kapal-kapal mereka ditinggalkan berkarat dengan masih menyisakan jaring ikan kecil didalamnya. (REUTERS/David Mercado)
Pada November 2014, jutaan ikaan dan burung hilang dan membusuk di sekitaran danau Poopo. Pada 2015 danau yang memiliki luas sekitar 2000 km persegi tersebut mengalami kekeringan dan banyak orang memprediksi ini merupakan kekeringan selamanya yang diakibatkan dari perubahan iklim global. (REUTERS/David Mercado)
Para penduduk di sekitar sana banyak yang bermigragsi ke kota-kota terdekat. Hal itu mereka lakukan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai buruh harian demi menghidupi kebutuhan sehari-hari. (REUTERS/David Mercado)
Poopo juga menjadi tempat bagi bermacam spesies makhluk hidup. Disana terdapat 200 spesies burung, mamalia dan ikan yang hidup disekitaran danau Poopo. (REUTERS/David Mercado)
Banyak warga yang berharap ketika hujan terjadi air tersebut mampu untuk mengisi sedikit danau, namun mereka juga tidak memikirkan hal tersebut akan terjadi. (REUTERS/David Mercado)
Sekitar 500.000 jiwa yang tinggal di sekitar sungai telah meninggalkan rumah mereka. Mereka yang memutuskan untuk pindah tidak hanya nelayan namun juga para petani yang bertenak domba dan alpaca. Sebanyak 3000 orang memilih untuk bertahan dan pemerintah memberi bantuan untuk mereka. (REUTERS/David Mercado)
Uni Eropa telah menggelontorkan uang sebesar 14 juta Euro sejak tahun 2010 hingga tahun 2015 untuk mendanai program operasional di Danau Poopo. (REUTERS/David Mercado)
Program tersebut adalah mengeruk sungai untuk nantinya akan dibangun pengolahan air tanaman pada DAS danau yang masih tersisa (REUTERS/David Mercado)