Menurut petugas kepolisian setempat, Blanco ditembak mati oleh orang bersenjata yang tak dikenal di kantornya pada tengah malam.
"Para saksi mengatakan empat orang bersenjata turun dari van putih dan memasuki balai kota. Walikota ada di sana saat dia tidur di kantornya," kata Inspektur Senior, Jayr Palcon kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Palcon mengatakan walikota itu ada di daftar yang disebut-sebut oleh Duterte sebagai pejabat yang terlibat dalam narkoba, yang dikonfirmasi oleh seorang juru bicara dari Drug Enforcement Agency Filipina.
Menurut Drug Enforcement Agency, pembunuhan Blanco terjadi hampir satu tahun setelah Komisi Kepolisian Nasional mencabut kuasanya atas polisi lokal. Pencabutan ini dilakukan karena walikota itu diduga terlibat dalam kegiatan perdagangan narkoba illegal.
Lihat juga:Duterte Minta Maaf Sebut Obama Anak Pelacur |
Filipina memiliki budaya politik yang penuh kekerasan dan mematikan. Tetapi, para pengamat menyatakan keprihatinan atas penindasan narkotika yang dilakukan Duterte.
Pembunuhan yang pejabat tinggi terakhir terjadi pada Juli lalu. Walikota Antonio Halili ditembak oleh seorang penembak jitu saat upacara pengibaran bendera di balai kota di Tanauan, selatan Manila.
Petugas kepolisian juga mengatakan bahwa pada Februari lalu, keponakan Blanco dan wakil walikota Ronda, Jonah John Ungab juga ditembak mati oleh orang-orang bersenjata tak dikenal setelah menghadiri sidang pengadilan.
Pembunuhan terjadi ketika pihak berwenang mengejar tindakan keras mematikan Duterte terhadap narkotika. (cin/eks)