Pangeran Arab Saudi Bantah Ada Perpecahan Keluarga Kerajaan

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 19:33 WIB
Pangeran Arab Saudi Bantah Ada Perpecahan Keluarga Kerajaan Saudara lelaki Raja Salman membantah ada perpercahan di dalam keluarga kerajaan Arab Saudi pada isu perang Yaman. (AFP/Manan Vatsyayana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saudara lelaki Raja Salman dari Arab Saudi membantah pernyataan kontroversial di depan pengunjuk rasa penentang perang Yaman yang berlangsung di London bisa diartikan sebagai petunjuk ada perpecahan di keluarga kerajaan negara itu.

Pangeran Ahmen bin Abdulaziz al-Saud meminta pengunjuk rasa di London untuk menghentikan teriakan slogan menentang keluarga kerajaan Arab Saudi karena keterlibatan negara itu dalam konflik di Yaman.

"Apa hubungannya keluarga kerajaan dengan ini? Hanya sejumlah individu yang bertanggung jawab...raja dan putera mahkota," ujarnya dalam rekaman video yang tersebar di internet.


Banyak pihak di dunia maya berpendapat pernyataan itu sebagai kritik dari anggota keluarga kerajaan terhadap pimpinan kerajaan dan juga terhadap peran Arab Saudi di konflik Yaman.
Pangeran Arab Saudi Bantah ada Perpecahan Keluarga KerajaanArab Saudi terlibat peperangan di Yaman untuk merebut kembali kekuasaan negara itu yang sekarang berada di tangan kelompok Islam syiah Houthi(Reuters/Khaled Abdullah)
Anggota keluarga kerajaan Arab Saudi jarang mengkritik satu sama lain di depan umum.

Tetapi satu pernyataan dari pangeran Ahmed bin Abdulaziz al-Saud menyebut interpretasi itu "tidak akurat".

"Saya dengan jelas mengatakan bahwa raja dan putera mahkota yang bertanggung jawab atas keputusan pemerintah," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterbitkan oleh kantor berita Saudi Press, Selasa (4/9) malam.

"Hal ini penting bagi keamanan dan stabilitas negara serta rakyat. Untuk itu, tidak bisa pernyataan saya diartikan berbeda."
Dalam upaya menyakinkan tidak ada perpecahan dalam keluarga kerajaan, banyak akun media sosial yang pro Arab Saudi mengunggah foto Pangeran Ahmed mencium tangan Raja Salman.

Masalah internal keluarga kerajaan Arab Saudi sangat rahasia dan pernyataan yang menentang kerjaan secara terbuka sangat jarang terjadi.

Namun, pengamat Arab Saudi James Dorsey mengatakan insiden di London ini mengisyaratkan "ada pihak di dalam negri itu yang mempertanyakan keterlibatan Arab Saudi dalam perang Yaman yang sudah berjalan selama 3,5 tahun".
"Sikap itu sudah lama dicurigai ada namun tidak pernah ada bukti hingga pernyataan tersebut," kata Dorsey seperti dikutip Reuters.

Putera mahkota Arab Saudi, motor dibalik intervensi Arab Saudi di Yaman, juga dikritik atas konflik yang menyebabkan hampir 10 ribu orang tewas dan membuat negara miskin itu hampir menglami bencana kelaparan.

Arab Saudi terlibat dalam perang di Yaman dalam upaya membantu kubu Islam Sunni yang kekuasaannya direbut oleh kelompok Houthi dari kelompok Islam syiah. (yns/yns)