Usai Topan, Jepang Evakuasi 3.000 Orang dari Bandara Kansai

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 16:50 WIB
Usai Topan, Jepang Evakuasi 3.000 Orang dari Bandara Kansai Jepang mengevakuasi sekitar 3.000 penumpang dari bandara di Kansai setelah sebuah kapal tanker menabrak satu-satunya jembatan akses ke sana akibat Topan Jebi. (AFP Photo/Jiji Press)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang mengevakuasi sekitar 3.000 penumpang yang terlantar di bandara di Kansai setelah sebuah kapal tanker menabrak satu-satunya jembatan akses ke sana akibat Topan Jebi.

"Setidaknya 3 ribu orang sedang terlantar di bandara, tapi sekitar 2.000 hingga 2.500 orang telah dievakuasi. Kebanyakan penumpang sudah keluar," kata seorang pejabat dari Kementerian Transportasi Jepang kepada AFP.

"Kami tidak bisa memastikan berapa jam yang dibutuhkan untuk membawa semua penumpang keluar, tetapi kami berusaha keras untuk mengeluarkan semua orang pada akhir hari."
Pejabat itu mengatakan bahwa sejumlah penumpang sudah dievakuasi menggunakan kapal dan bus melewati jalur jembatan yang tidak rusak akibat hantaman kapal tanker.


"Kami turut sedih dan prihatin terhadap para penumpang yang masih terlantar di bandara," kata juru bicara bandara Kansai dalam konferensi pers.

"Kami akan memindahkan semua penumpang yang ingin keluar dari bandara pada akhir hari, namun kami akan tetap melanjutkan layanan bus dan kapal ferry besok." katanya.

Para penumpang yang berhasil dievakuasi menceritakan ketidaknyamanan di dalam bandara. Menurut mereka, listrik padam sehingga tidak ada AC dan suhu ruangan meningkat hingga 30 derajat celsius.
Jepang Evakuasi 3.000 Orang dari Bandara KansaiJalan penghubung Kansai menuju bandara internasional hancur setelah ditabrak kapal tanker yang terempas topan Jebi. (AFP PHOTO/JIJI PRESS)
Belum diketahui kapan Bandara Kansai, yang menampung sedikitnya 400 penerbangan perhari, akan beroperasi kembali. Kyodo News memperkirakan bahwa jalur penerbangan akan dibuka dalam seminggu.

Sebanyak 1,2 juta warga telah diperintahkan untuk mengungsi dari wilayah Kansai saat topan Jebi mendekat ke kawasan industri tersebut.

Namun, jumlah warga yang mengikuti perintah dari pemerintah belum jelas. Media lokal melaporkan hanya ada sekitar 16 ribu orang menghabiskan malam di tempat penampungan.

Industri lumpuh

Kansai sendiri adalah daerah industri infrastruktur besar di Jepang. Seorang ekonom senior dari Mizuho Research Institute, Yusuke Ichikawa, sekitar 10 persen dari barang ekspor Jepang dikirim dari bandara Kansai.

Namun, ia menilai masih terlalu dini untuk mengukur dampak badai Jebi terhadap industri lokal karena tergantung pada berapa lama bandara akan tutup.

"Logistik bisa terpengaruh karena mungkin butuh waktu lama bagi bandara Kansai untuk memulai kembali operasi," katanya kepada AFP.
Namun, perusahaan dapat mengubah rute pengiriman melalui bandara dan pelabuhan lain di dekatnya.

Sementara itu, bisnis di sejumlah wilayah lain di Jepang juga terkena dampak topan Jebi yang disebut-sebut sebagai badai terbesar di negara itu selama 25 tahun belakangan.

Pusat bisnis, pabrik, dan sekolah di wilayah terdampak bencana itu pun ditutup. Sementara itu, badai melumpuhkan jalur penerbangan, pelayaran, dan darat.

Kyoto yang terkenal sebagai pusat wisata, mengalami kerusakan berat, mulai dari rumah-rumah sampai berbagai kuil. Sebuah video memperlihatkan atap di sebuah stasiun kereta ambruk.

Pemulihan infrastruktur

Perdana menteri Shinzo Abe mengatakan bahwa pemerintah sedang berusaha keras untuk memulihkan infrastruktur Jepang pascabadai.

"Kami sedang melakukan upaya maksimal untuk menanggapi kerusakan bencana dan memulihkan infrastruktur," katanya.
Jepang Evakuasi 3.000 Orang dari Bandara KansaiJebi tercatat sebagai topan terkuat yang melanda Jepang selama 25 tahun. (Kyodo/via Reuters)
Jepang sering diterjang angin topan besar selama musim panas dan gugur, menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.

Jebi tercatat sebagai topan terkuat yang melanda Jepang selama 25 tahun.

Sebelumnya, Topan Talas merenggut 82 jiwa pada 2011. Dua tahun kemudian, sebuah badai menerjang Tokyo, menewaskan 40 orang. (sab/has)