Tensi Tinggi Ancaman Pembunuhan Bagi Politikus Brasil

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 09:09 WIB
Tensi Tinggi Ancaman Pembunuhan Bagi Politikus Brasil Kerumunan massa mengelilingi pria yang lakukan penikaman terhadap capres Brasil. (Felipe Couri / Minas Tribune / via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden (capres) Brasil Jair Bolsonaro ditikam tiga kali oleh orang tak dikenal saat sedang berkampanye. Penikaman dilakukan di kota Juiz de Fora yang terletak di negara bagian Minas Gerais saat Bolsonaro, Kamis (6/9).

Tindak kekerasan di Brasil memang merajalela. Sebab, berdasarkan catatan PBB, tingkat pembunuhan di Brasil bahkan lebih tinggi dari negara lainnya.

Penikaman tokoh politik di Brasil yang menimpa Bolsonaro bukan yang pertama. Sebelumnya, sempat terjadi pembunuhan lain terhadap politikus di Baixada Fluminense. Di daerah sekitar Rio de Janiro itu, setidaknya 13 politisi atau kandidat pejabat dibunuh sebelum pemilu diselenggarakan.


Awal tahun ini, Marielle Franco, juga dibunuh. Ia adalah anggota dewan kota Rio de Jenairo. Wanita ini dikenal sebagai seorang pengkritik keras atas kekerasan yang dilakukan polisi terhadap penduduk daerah kumuh.

Namun, kekerasan terhadap tokoh politik nasional di Brasil sangat jarang terjadi. Bahkan dalam situasi memanasnya politik di Brasil dalam beberapa tahun terakhir.

Pihak kepolisian federal menyebut bahwa saat kejadian mereka memiliki petugas yang tengah mengawal Bolsonaro. Mereka mengungkap bahwa penyerang segera tertangkap begitu penikaman dilakukan.

Kepada Reuters, polisi setempat Juiz de Fora mengonfirmasi bahwa mereka telah menahan tersangka dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan. Mereka menolak untuk memberikan identitas pelaku.

"Kami tidak tahu apakah ada motivasi politis (dibalik penikaman ini)," jelas Kopral Vitor Albuquerque, juru bicara polisi setempat melalui sambungan telepon, Kamis (6/9).

Dalam tayangan televisi tampak bahwa Bolsonaro dibopong di atas pundak seseorang di tengah sorak sorai kerumunan pendukung. Tiba-tiba, sebilah pisau terlihat diangkat di atas kepala kerumunan itu sebelum akhirnya ditancapkan ke tubuh korban.

Dari gambar yang beredar, Bolsonaro nampak kesakitan sebelum akhirnya jatuh ke belakang dan ditangkap oleh para pendukung di sekitarnya. Butuh beberapa saat untuk membuat kerumunan itu menyadari apa yang baru terjadi. Merka lantas terburu untuk membawa kandidat ke tempat yang aman.

Bolsonaro dikenal berani untuk meminta polisi agar langsung menembak mati penjahat dan pedagang obat-obat terlarang. Mantan perwira militer itu juga secara terbuka memuji kediktatoran militer Brasil dan di masa lalu dan mengatakan harus membunuh lebih banyak orang. (Reuters/eks)