FOTO: Atraksi Seni Perayaan Tujuh Dekade Korea Utara

Reuters/AFP, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 13:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya parade militer, Korea Utara juga merayakan tujuh dekade keberadaan negara mereka dengan menggelar pentas seni akbar yang dihadiri oleh Kim Jong-un.

Tak hanya parade militer, Korea Utara juga merayakan tujuh dekade keberadaan negara mereka dengan menggelar pentas seni akbar yang dihadiri oleh sang pemimpin tertinggi, Kim Jong-un. (Reuters/Danish Siddiqui)
Pagelaran itu dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan diiringi formasi warga yang membentuk bendera Korut dan wajah pendiri bangsa, Kim Il-sung. (Reuters/Danish Siddiqui)
Setelah itu, pentas seni termegah di Korut ini pun digelar untuk pertama kalinya dalam lima tahun belakangan. (AFP Photo/Ed Jones)
Puluhan ribu penampil ikut serta dalam pentas seni di May Day Stadium itu, termasuk 17.940 bocah yang siap membolak-balik papan berwarna untuk membentuk berbagai kolase gambar. (AFP Photo/Ed Jones)
Formasi drone berdesing membentuk berbagai tulisan, sementara video pertemuan bersejarah Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, pada pertengahan tahun ini diputar di layar lebar. (AFP Photo/Ed Jones)
Berbeda dengan pagelaran seni sebelumnya, kali ini Korut tak menampilkan suguhan atraksi berbau anti-Amerika meski mereka sedang menanggung beban akibat sanksi Paman Sam dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Reuters/Danish Siddiqui)
Meski tak menampilkan apa pun mengenai pertemuan Kim dengan Donald Trump maupun Presiden China, Xi Jinping, di tengah parade seni ini terselip atraksi yang memperlihatkan slogan
Parade seni besar-besaran ini pun dianggap memantapkan anggapan para kritikus yang menilai Korut sedang berupaya mengubah citra mereka di mata dunia. (Reuters/Danish Siddiqui)
Anggapan ini mulai muncul ketika Korut menggelar parade militer untuk merayakan kemerdekaan mereka, pada siang hari sebelum pentas seni ini dihelat. (Reuters/Danish Siddiqui)
Mata dunia sudah bersiap melihat rudal yang mungkin dipamerkan dalam pagelaran tersebut. Namun ternyata, parade itu sama sekali tak memamerkan sistem rudal mutakhir Korut. (Reuters/Danish Siddiqui)