"Presiden telah menerima surat dari Kim Jong Un. Surat itu sangat hangat dan positif," jelas juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.
Surat ini juga disebut Sanders menunjukkan komitmen Pyongyang untuk fokus pada isu denuklirisasi di wilayah Semenanjung Korea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanders menambahkan bahwa surat itu adalah bukti kemajuan hubungan antara Washington dan Pyongyang.
Juni lalu, Kim dan Trump mengadakan pertemuan bersejarah di Singapura. Pertemuan ini menimbulkan harapan peningkatan terobosan terkait program nuklir Korut.
Negosiasi denuklirisasi Korut ini sempat menghadapi simpul mati setelah Menteri Luar Negeri AS membatalkan kunjungannya ke Korut akhir bulan lalu. Namun, adanya surat ini menunjukkan bahwa pembicaraan denuklirisasi itu tetap akan dilakukan setelah beberapa minggu mengalami kebuntuan.
Lihat juga:FOTO: Perayaan Ulang Tahun ke-70 Korea Utara |
Gedung Putih telah menunjukkan serangkaian pencapaian dalam beberapa bulan terakhir. Mereka berhasil melakukan negosiasi untuk membebaskan sandera AS, penahannan uji coba rudal dan nuklir Korut, Korut juga tak menampilkan rudal antar benua dalam parade di hari kemerdekaannya.
Ketika ditanya apakah pertemuan lanjutan Kim-Trump akan dilaksanakan di Washington. Sanders menyebut akan memberikan detil lebih lanjut saat pihaknya sudah memiliki rincian. (eks)