Mengutip AFP, badai Mangkhut paling banyak menelan korban tanah longsor. Korban jiwa meningkat drastis dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya yaitu 30 orang pada Minggu (16/9) pagi.
Otoritas Filipina telah mengevakuasi ribuan warga menyusul hantaman Mangkhut yang membawa angin kencang dan hujan lebat yang menghantam berbagai wilayah Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hembusan angin kencang menimbulkan gelombang tinggi hingga 6 meter dan menghantam desa-desa.
"Para warga harus mengikuti saran pemerintah dan berlindung di dalam ruangan," kata Penasihat Hukum Presiden serta Koordinator Penanggulangan Bencana, Francis Tolentino.
Badai kian kencang di sejumlah wilayah, kecepatan angin bahkan meningkat hingga 450 kilometer per jam dan melanda bagian Timur negara pada siang hari.
Ibukota Manila, dan puluhan provinsi di bagian Utara dan Tengah negara telah mengeluarkan peringatan badai dengan tingkat ancaman tinggi. Akibat badai Mangkhut, sekolah dan lebih dari 600 kantor pemerintahan telah ditutup sementara. (mik)