Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan bahwa 2,45 juta orang itu dievakuasi dari Provinsi Guangdong, di mana topan pertama kali menerjang.
Untuk memfasilitasi para warga yang dievakuasi, pemerintah China sudah menyiapkan 18.327 pos penampungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat badai ini, sejumlah bandara di Shenzhen yang menghubungkan China dengan Hong Kong ditutup. Penerbangan dari dan menuju Hainan juga dibatalkan.
Kini, Mangkhut diperkirakan bakal bergerak ke arah barat Guangdong. Meski situasi gawat darurat tetap berlaku, tapi angin mulai reda dengan kecepatan sekitar 63 kilometer perjam.
Sementara itu, korban tewas terus bertambah di Filipina, di mana Topan Mangkhut menerjang sebelumnya dengan angin berkecepatan 270 kilometer perjam.
AFP melaporkan bahwa hingga kini, korban tewas mencapai 59 orang. Aparat pun mulai melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. (has)