Delegasi yang ditujukan untuk Rusia itu, dipimpin oleh Mayor Jenderal Amikam Norkin. Dalam pertemuan itu, Israel menyebut akan "menyajikan laporan situasi ... mengenai semua aspek" dari insiden itu. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan militer Israel seperti dilansir AFP, Rabu (19/9).
Pernyataan itu juga menyebut bahwa mereka juga akan memberikan informasi tentang upaya Iran yang memberikan sejumlah senjata ke organisasi teroris Hizbullah. Menurut Israel, Iran juga berencana untuk membangun pangkalan militer Iran di Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah insiden hari Senin, militer Rusia menuduh pilot Israel menggunakan "pesawat Rusia sebagai topeng dan sengaka membuat pesawat tertembak oleh sistem pertahanan udara Suriah".
Israel membantah tuduhan itu, mengatakan bahwa jet-jetnya sudah kembali di wilayah udara ketika pasukan Suriah meluncurkan rudal yang menghantam pesawat Rusia.
Israel sendiri mengaku bahwa serangan mereka di Suriah dilakukan untuk menghentikan musuh bebuyutannya, Iran. Selama ini Iran mendukung rezim Assad di Suriah dan ikut membantu pemerintah dengan kekuatan militer.
Israel mengaku bahwa serangannya ke Suriah dilakukan untuk mencegah pengiriman persenjataan canggih untuk Hizbulah Lebanon oleh Iran. Menurut Israel, Hizbullah adalah gerakan bersenjata yang didukung oleh Iran dan yang berperang bersama pasukan Suriah.
Sementara itu, pemimpin Hizbulah Hassan Nasrallah mengatakan gerakan Syiah akan tetap di Suriah "sampai pemberitahuan lebih lanjut". (afp/eks)