Jaksa di Toulouse membuka penyelidikan setelah seorang gadis berusia 19 tahun mengonfirmasi bahwa dia adalah orang yang menjadi korban dalam video tersebut.
"Cara mereka menghancurkan saya, cara mereka mempermalukan saya, memang tidak ada yang bisa menghapus itu. Namun, video yang dibagikan, di kalian melihat tubuh saya adalah sebuah kerentanan yang harus saya tanggung seumur hidup," kata korban kepada salah satu stasiun radio lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AFP melaporkan, video pemerkosaan itu memicu kemarahan. Banyak pengguna jejaring sosial kemudian mengaku bahwa mereka mengetahui identitas pelaku yang diperkirakan berusia 25 hingga 30 tahun itu.
"Kami perlu ketenangan," kata sumber itu ketika ditanya mengenai identifikasi pelaku yang dilaporkan.
Video tersebut sudah dihapus oleh kementerian dalam negeri menggunakan program Pharos. Polisi juga mendesak publik agar tidak membagikan video tersebut. (cin/has)