Selama sebulan terakhir, Cohen telah menghabiskan berjam-jam wawancara dengan penyelidik Penasihat Khusus Robert Mueller.
Pengacara dan pengusaha New York berusia 52 tahun "telah melakukan beberapa sesi wawancara yang berlangsung selama berjam-jam selama sebulan terakhir" dengan tim Mueller, seperti dilaporkan ABC News, Kamis (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah pengakuan bersalah Cohen, Davis mengatakan kliennya telah memutuskan "untuk menempatkan keluarga dan negaranya terlebih dahulu dan mengatakan kebenaran tentang Donald Trump."
Cohen mulai bisa diajak bekerjasama terkait penyelidikan kolusi itu, terutama setelah pengadilan memberikan putusan bersalah pada Cohen, 21 Agustus lalu. Cohen didakwa oleh pengadilan New York terkait penipuan bank dan pelanggaran dana kampanye.
Cohen mengaku bersalah atas tuduhan suap terhadap dua wanita yang mengaku memiliki hubungan dengan Trump. Uang suap ini menggunakan dana kampanye Trump sesaat sebelum pemungutan suara November 2016.
Laporan itu kemungkinan berita buruk bagi Trump, karena penyelidikan kolusi Rusia yang dilakukan Mueller semakin mendekati Gedung Putih.
Satu minggu yang lalu, mantan ketua kampanye Trump, Paul Manafort, juga setuju untuk bekerja sama dalam penyelidikan. Persetujuan ini diajukan melalui kesepakatan pembelaan dengan Mueller.
Tetapi investigasi ini meluas hingga ke urusan bisnis Trump yang terjadi satu dekade lalu. Saat itu Cohen menempati posisi sebagai eksekutif senior dalam bisnis real estat Trump Organization, di New York.
Dalam permohonannya, Cohen menyatakan bahwa dia telah bertindak atas permintaan bosnya yang telah membeli dirinya untuk diam "dengan tujuan mempengaruhi pemilihan." (afp/eks)