Netanyahu, ditemani Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz, mencoba proyek baru tersebut dari stasiun yang baru rampung dibangun di pusat Yerusalem menuju stasiun Bandara Internasional Ben Gurion dekat Tel Aviv.
Saat melakukan uji coba, Katz menyebut bahwa dioperasikannya kereta cepat ini menjadi jawaban atas kepemilikan Yahudi atas Yerusalem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecepatan kereta mencapai 160 kilometer per jam. Perjalanan dari pusat Yerusalem ke bandara memakan waktu sekitar 21 menit, dua kali lebih cepat dari jarak tempuh normal.
Kereta cepat dijadwalkan dibuka pada Maret mendatang dan sempat beberapa kali tertunda karena proses pengerjaannya yang lebih lambat.
Jalur kereta cepat melewati 40 kilometer terowongan dan delapan jembatan. Sebagian kecil dari jalur kereta itu juga melintasi wilayah kontroversial di Tepi Barat yang masih menjadi sengketa dengan Palestina.
Israel juga berencana memperpanjang jalur kereta hingga mencakup stasiun di Tembok Barat (Tembok Ratapan), yang pasti akan memicu kritik. Sebab, Tembok Ratapan yang terletak di Kota Tua Yerusalem Timur itu dicaplok Israel pada 1967 dan menjadi salah satu sumber konflik Palestina-Israel.
Wilayah itu terletak tepat di dekat kompleks masjid Al-Aqsa, tempat suci umat muslim. Mesjid Al-Aqsa sendiri berada di satu wilayah dengan Kubah Batu (Dome of The Rock) yang merupakan tempat suci Yahudi. Pendudukan Israel di wilayah itu hingga kini tak pernah diakui oleh dunia internasional. (rds/eks)