Presiden Vietnam Tran Dai Quang Meninggal

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 14:24 WIB
Presiden Vietnam Tran Dai Quang Meninggal Presiden Vietnam Tran Dai Quang (REUTERS/Luong Thai Linh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Vietnam Tran Dai Quang meninggal di umur 61 tahun akibat sakit serius yang dideritanya sejak lama, seperti diberitakan kantor berita setempat.

Quang meninggal setelah menjalani pengobatan oleh berbagai profesor dan dokter di dalam dan luar negeri.

Quang menjabat sebagai presiden Vietnam sejak April 2016. Sebelumnya ia telah menjabat sebagai Kementerian Keamanan Publik setelah lebih dari empat dekade tanpa toleransi terhadap pertentangan.


Meski ia memegang salah satu dari empat kekuasaan tertinggi di Vietnam, namun kedudukannya sebagai Presiden dianggap sebagai seremonial belaka. Sebab, kebanyakan pemimpin Vietnam ini hanya melakukan kunjungan ke pimpinan negara lainnya dan mengadakan acara diplomatik untuk meningkatkan profil Vietnam di mata internasional.

Belakangan saat tampil di depan publik, Quang memang tampak kurus dan pucat. Ia bahkan tampak kesulitan untuk berdiri ketika minggu lalu menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Hanoi.

Quang terakhir terlihat di depan publik dua hari lalu. Saat itu ia melakukan pertemuan dengan politisi China dan pejabat asing di Hanoi.

Quang adalah anggota politbiro (bagian dari partai komunis yang mengurus dan memutuskan masalah politik) dan memiliki reputasi yang kuat dan berpengaruh di lingkaran dalam partai komunis.

Tapi, Quang tampak sering terlihat tidak nyaman ketika tampil di depan publik. Ia juga dianggap tidak memiliki karisma oleh beberapa rekannya yang menjadi eselon partai.

Dalam wawancara dengan AFP di 2016, Quang segera dibawa keluar ruangan oleh seorang staff ketika ia mulai berbicara diluar hal yang direncanakan. Wawancara ini dilakukan saat kunjungan oleh pimpinan Perancis sebelumnya Francois Hollande.

Media pemerintah mengumumkan kematian sang Presiden dengan nada muram, Jumat (21/9). Mereka pun membeberkan berbagai capaian panjangnya melayani rakyat ketika menjadi pejabat publik.

Masa pemerintahan Quang didominasi oleh konflik yang mendidih dengan Beijing soal Laut Cina Selatan. Perselisihan yang berkepanjangan antara tetangga sesama penguasa komunis ini sempat memuncak dalam beberapa kesempatan.

Untuk meredam ketegangan, Vietnam membatalkan setidaknya satu proyek pengeboran minyak di wilayah kaya sumber daya selama masa pemerintahan Quang.

Ia menjadi perwakilan Vietnam yang utama di berbagai acara internasional. Terutama pada pertemuan APEC di Danang pada bulan November tahun lalu, di mana Vietnam menjadi tuan rumah dan kedatangan banyak pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Xi Jinping dari China.

Sebagai presiden, ia mengawasi dan memberi batasan keras terhadap kelompok pembela hak asasi. Hal ini dilakukan sebagai cengkeraman atas kebebasan berekspresi di negara itu. Lebih dari 40 orang telah dipenjara tahun ini dan sekitar 100 orang lainnya dipenjara pada April 2018, menurut catatan Amnesty International. (AFP/eks)