Dikutip dari AFP pada Sabtu (22/9), media lokal menyebutkan kalau insiden ini merupakan yang ke-sembilan kalinya dalam tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya ia telah mengajukan aduan karena mengalami ancaman," kata salah satu rekan sang wartawan yang ditembak, namun enggan menyebutkan namanya.
Gomez merupakan wartawan yang meliput isu sosial di kota Yajalon.
Saksi mata yang diwawancara media lokal mengatakan kalau ada dua pelaku yang mengikutinya dan menembakinya ke arah perut "dengan aksi berdarah dingin".
Gomez sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.
"Kami ingin melakukan investigasi untuk mencari yang bertanggung jawab atas kejahatan ini," tulis rekan satu media Gomez dalam kolom editorial yang terbit hari ini.
Kantor penyidik dalam keterangan resminya mengatakan akan "mengikuti seluruh prosedur investigasi untuk mencari informasi terkait insiden ini dan menyeret pelakunya untuk bertanggungjawab."
(ard)