Tuntutan ini membuat para politisi republikan berjuang untuk menyelamatkannya dengan memberi konfirmasi, Senin (24/9).
Klaim pelecehan kedua ini dilayangkan saat Kavanaugh tengah menghadapi sidang pelecehan seksual pertamanya. Dalam kasus pertama itu, Kavanaugh tengah melawan seorang profesor universitas yang menuduh dirinya melakukan pelecehan seksual di masa sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramirez mengatakan kepada majalah itu bahwa dirinya telah mabuk selama pertandingan akibat minum-minum dan dirinya berada di lantai ketika insiden itu terjadi.
Dirinya hanya mengingat ada seseorang berteriak "Brett Kavanaugh menaruh penisnya di wajah Debbie."
"Saya ingat mendengar itu dan merasa malu," kata dia.
"Orang-orang yang mengenal saya kemudian tahu bahwa hal ini tidak terjadi dan telah menyatakannya," katanya.
Tuntutan Investigasi
Ramirez ingin FBI menyelidiki insiden itu serupa dengan yang dilakukan oleh Christine Blasey Ford, profesor yang juga mengklaim telah dilecehkan Kavanaugh ketika remaja. Para anggota parlemen oposisi dari Demokrat mendukung tuntutan tersebut.
Sementara itu, Ford, yang menjadi korban pelecehan pertama setuju untuk memberi kesaksian. Hal ini dilakukan setelah pengadilan mengalami kebuntuan dan ia menghadapi ancaman kematian. Presiden Trump pun secara terbuka menyerang kredibilitasnya.
Kavanaugh sendiri membantah keras tuduhan itu. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin bersaksi sesegera mungkin untuk membersihkan namanya. (cin/eks)