"Sistem pertahanan rudal S-300 yang modern akan ditransfer ke angkatan bersenjata Suriah dalam dua pekan," ujar Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Senin (24/9).
Keputusan ini diumumkan berselang sepekan setelah Moskow menyalahkan Israel atas insiden jet yang ditembak jatuh di Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moskow lantas menyalahkan Tel Aviv yang membuat keadaan runyam sehingga insiden itu dapat terjadi.
Israel kemudian menegaskan bahwa pihaknya akan mengupayakan peredaan konflik dengan pasukan Rusia, tapi tidak akan menghentikan serangan udara di Suriah.
Selama ini, Israel menentang rencana Rusia untuk memasok sistem pertahanan rudal S-300 ke Suriah.
Dikembangkan oleh militer Soviet, sistem pertahanan rudal itu kini sudah lebih modern dengan berbagai kemampuan, termasuk menembakkan rudal dari truk dan menembak jatuh pesawat militer, juga tudal balistik jarak menengah. (has)