Mahathir menganggap sistem birokrasi pemerintahan dan keuangan Malaysia rusak parah selama berada di tangan pendahulunya itu.
"Kita (Malaysia) bisa menjadi negara yang dijajah oleh orang lain. Kita bisa kehilangan pengaruh dan kekuatan kita sendiri," kata Mahathir saat berbicara di depan sedikitnya 200 diaspora Malaysia di London, Inggris, Selasa (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mahathir Tuding Najib Palsukan Data Keuangan |
Tak hanya birokrasi yang rusak, Mahathir juga menilai budaya korupsi melekat di pemerintahan sebelumnya, mulai dari level tertinggi hingga terendah.
Pemerintahan Najib juga dinilai memihak Barisan Nasional, bahkan secara terang-terangan berkampanye mendukung koalisi berkuasa itu. Padahal, pemerintah mestinya bersikap netral ketika menghadapi masa pemilihan umum.
Mahathir mengatakan kabinetnya saat ini berada dalam keadaan defisit anggaran lantaran pendapatan tak cukup membayar utang yang diturunkan dari pemerintahan sebelumnya.
"Selain itu, kita juga kehilangan uang pinjaman, kita tidak tahu kemana seluruh uang itu pergi. Jadi, kami tidak punya uang untuk melunasi utang," tutur Mahathir seperti dikutip The Star.
Dalam kesempatan itu, Mahathir juga mendorong agar para pelajar Malaysia di Inggris dan negara lainnya bisa segera menyelesaikan masa studi agar dapat membantu pemerintah membangun negara.
"Jika kita bisa mempercepat masa studi, kita bisa segera pulang dan melayani negara," katanya. (rds/eks)