Moon mengatakan bahwa Kim merupakan pemimpin yang ingin membawa kemakmuran ekonomi bagi rakyatnya.
Dirinya tidak menyebutkan bahwa Kim adalah diktator yang kejam, seperti pernah diungkap Presiden AS, Donald Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya percaya bahwa Kim Jong Un tulus dan dia akan meninggalkan senjata nuklir sebagai pertukaran untuk pembangunan ekonomi," kata dia menambahkan.
Moon meyakinkan sikap skeptis di AS dan di seluruh dunia bahwa Korea Utara sekarang serius ingin melepaskan senjata nuklirnya setelah beberapa dekade provokasi dan gagal memenuhi janji.
Sepekan sebelum memberikan pidato di sidang PBB, Presiden Korsel Moon Jae-in lakukan pertemuan dengan pimpinan Korut Kim Jong Un di Pyongyang (Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS) |
Selain mencegah perang di Semenanjung Korea, Moon memiliki banyak hal yang dipertaruhkan secara politik dan membantu meningkatkan ekonomi.
Dibandingkan dengan tahun lalu, sikap Korea Utara di Majelis Umum PBB telah berubah drastis. Pada 2017, Korea Utara baru saja menyelesaikan uji coba nuklirnya yang keenam.
Keamaan memberlakukan sanksi baru terkait provokasi Korea Utara. Trump menyebut Kim merupakan seorang "pria roket" dalam misi bunuh diri. Pada tahun ini, Trump berterima kasih kepada Kim karena keberanian dan langkah-langkah yang diambilnya.
"Tapi apa yang bisa didapat Korea Utara dari menipu atau membeli waktu?" katanya mengutip Kim.
Wakil Ketua Masyarakat Korea, Stephen Noerper memandang bahwa pidato Moon itu sepertinya menargetkan kelompok tertentu. Sebab, agenda Moon melibatkan pemain lain yang signifikan di panggung dunia.
Pekan lalu di Pyongyang, Korea Utara mengatakan akan membongkar tempat uji rudal dan landasan peluncuran di hadapan para ahli internasional.
Kim bahkan menyebut akan mengambil langkah lebih lanjut untuk mengakhiri program nuklirnya, jika AS menghormati perjanjian yang ditandatangani Juni lalu saat keduanya bertemu di Singapura.
Pengamat menyebut bahwa pertemuan antar Korea itu tidak memberikan penjelasan spesifik dan menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura pada Juli lalu (Anthony Wallace/Pool via Reuters) |
Namun, Moon menambahkan bahkan pertemuan kali ini "benar-benar berbeda".
"Kali ini, tolong percayai ketulusan Korea Utara," kata dia sambil menambahkan bahwa pemimpin Korea Utara setuju untuk melakukan siaran langsung dalam pertemuan puncak itu.
"Dengan menyiarkan langsung semua proses pertemuan, saya mencoba membuat orang-orang di seluruh dunia melihat Kim Jong Un dan orang macam apa dia dengan mata mereka," kata dia menambahkan. (cin/eks)
Sepekan sebelum memberikan pidato di sidang PBB, Presiden Korsel Moon Jae-in lakukan pertemuan dengan pimpinan Korut Kim Jong Un di Pyongyang (Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)
Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura pada Juli lalu (Anthony Wallace/Pool via Reuters)