Penolakan ini dilakukan karena Israel menganggap PBB telah bersikap "bias yang mengerikan" terhadap negaranya. Hal ini terutama terkait dengan penanganan konflik Israel-Palestina.
Anti-semitisme adalah pandangan yang mendiskriminasi, berprasangka, dan memusuhi terhadap orang Yahudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel sendiri telah mengundurkan diri dari UNESCO pada 2017 lalu mengikuti jejak AS. Netanyahu menganggap organisasi itu mengadopsi kebijakan anti-Israel.
Netanyahu, yang kini tengah menghadiri sidang Majelis Umum PBB, menilai organisasi tersebut "harus melakukan lebih dari sekedar mengadakan konferensi anti-semitisme dengan segera berhenti mempraktikan anti-semitisme."
"Anti-semitisme merongrong hak-hak dasar secara umum," kata Azoulay seperti dikutip AFP.
"Mengatasinya adalah demi membela kebebasan mendasar demi mempertahankan martabat dan kesetaraan semua umat manusia." (rds/eks)