"Berurusan dengan orang yang tidak konsisten adalah masalah besar," ucap Mahathir dalam forum Council on Foreign Relations di New York seperti dikutip The Strait Times, Kamis (27/9).
"Dia (Trump) bisa mengubah pandangannya bahkan hanya dalam beberapa jam"
Prediksi China Menang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut PM berusia 93 tahun itu gaya memerintah Trump mementahkan seluruh upaya AS selama ini di Asia.
Dia bahkan memprediksi China "dengan sejarahnya" yang akan keluar sebagai pemenang dalam perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar itu.
Mahathir kembali terpilih sebagai perdana menteri setelah memenangkan pemilihan umum pada Mei lalu.
Dia bersama koalisinya Pakatan Harapan berhasil mengalahkan pendahulunya, Najib Razak, bersama koalisinya Barisan Nasional yang dianggap korup.
Sejak resmi dilantik, Mahathir kembali memproses hukum dugaan korupsi miliaran dolar dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjerat Najib.
Selama ini, Mahathir mengkritik kesepakatan tersebut karena dianggap terlalu besar, yaitu US$20 miliar untuk kereta cepat, serta dua pipa gas bernilai US$2 miliar. Ia khawatir Malaysia akan "berutang" kepada China.
Proyek bernilai miliaran dolar ini disepakati saat Malaysia masih di bawah kendali Najib, yang dikenal dekat dengan pemerintahan China. (rds/eks)