"Pesawat itu mestinya melakukan pendaratan di landasan, tapi pesawat itu meluncur 130 meter lebih jauh dan jatuh ke laut," jelas Jimmy Emilio, General Manager Bandara Chuuk di Weno, Mikronesia seperti dikutip Reuters.
"Kami tidak tahu pasti apa yang terjadi [...] orang-orang diselamatkan dengan perahu, 36 penumpang dan 11 awak semuanya telah diselamatkan, hanya pesawat saja yang saat ini tenggelam," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir kami mendarat keras, sampai saya melihat ke atas dan melihat lubang di sisi pesawat dan air masuk," ungkap seorang penumpang pesawat Bill Jaynes dalam sebuah video yang diposting oleh situs Pacific Daily News.
"Saya pikir, yah, seharusnya bukan ini yang terjadi (jika mendarat keras)," katanya.
Ia menyebut bahwa air sudah masuk ke kabin pesawat setinggi pinggang sebelum regu penyelamat tiba.
Air Niugini mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa maskapai itu sudah "mengerahkan segala upaya" untuk menjaga penumpang dan awak pesawat.
Seorang juru bicara Komisi Investigasi Kecelakaan Papua Nugini mengatakan para penyelidik akan terbang ke tempat kejadian sesegera mungkin untuk mengumpulkan apa yang terjadi.
Menurut keterangan saksi mata, pesawat itu mendarat di bandara sangat dekat sebelum menyentuh air. Ini bukan kali pertama sebuah pesawat tergelincir di bandara kawasan itu.
Laguna Chuuk adalaah salah satu situs perang Dunia II yang populer. Puluhan kapal dan pesawat Jepang karam di dasar laut perairan ini dan menjadi salah satu atraksi wisata bagi para penyelam, demikian ditulis AFP.
Sebelumnya, pada 2013 sempat terjadi kecelakaan serupa di Denpasar, Bali. Pesawat Lion Air mendarat hingga melampaui landasan dan tercebur di perairan dangkal. Saat itu, penyelamatan juga dilakukan dengan kapal. Seluruh 101 penumpang dalam pesawat selamat.
[Gambas:Video CNN] (eks/eks)