"Kami mendukung pertemuan empat arah dengan presiden Turki, Rusia dan Prancis dan saya sendiri karena situasi (di Suriah) masih rapuh," kata Merkel kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (28/9).
Merkel mengatakan pembicaraan itu sangat mendesak mengingat situasi yang mengerikan di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia dan Turki sebelumnya juga telah melakukan pertemuan di kota wisata Laut Hitam Sochi pada 17 September lalu. Dalam pertemuan puncak itu, keduanya sepakat untuk membuat zona penyangga di Idlib yang bertujuan mencegah serangan militer.
Di sisi lain, Suriah selama ini menerima sokongan militer dari Rusia dan Iran. Mereka pun telah sepakat untuk tidak melakukan serangan dan merebut Idlib. Saat ini, Idlib menjadi benteng pertahanan terakhir para pemberontak ysng telah beperang selama tujuh tahun itu.
Presiden Perancis Erdogan sebelumnya sempat memberi isyarat bahwa ia berencana menyelenggarakan pertemuan puncak untuk membahas Suriah pada 7 September di Istanbul, Turki. Dalam pertemuabn itu ia akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Merkel. Tapi hingga saat ini, pertemuan itu belum terlaksana.
Merkel memuji langkah "luar biasa" Turki yang telah menampung lebih dari tiga juta pengungsi Suriah. Jerman juga telah memberi tempat bagi ratusan ribu pencari suaka Suriah. Kebijakan yang belakangan terbukti memecahbelah pemerintahan Merkel sendiri. (eks/eks)