Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan belasungkawa terhadap pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama bagi korban terdampak gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9).
Hingga hari ini, gempa berkekuatan 7,4 skala richter itu tercatat telah menewaskan 832 orang dan melukai ribuan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PBB siap membantu pemerintah Indonesia dalam proses penyelamatan dan penyaluran bantuan korban gempa."
[Gambas:Twitter]
Senada dengan PBB, Uni Eropa juga berjanji siap memberikan "bantuan penuh" jika diperlukan pemerintah Indonesia dalam menangani situasi pasca-bencana.
Melalui pernyataan, Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini bersama Komisioner UE untuk Manajemen Krisis dan Bantuan Kemanusiaan Christos Stylianides mengungkapkan keprihatinan terhadap gempa bumi terburuk setelah gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada akhir Juli dan awal Agustus lalu.
Uni Eropa telah mengaktifkan satelis darurat Copernicus guna membantu otoritas Indonesia. Satelit tersebut mampu menyuguhkan data dan analis terkait geografis suatu wilayah seperti daratan, air, dan udara.
"Uni Eropa siap membantu warga dan pemerinta Indonesia dalam situasi sulit ini dan kami telah menyampaikan dukungan penuh kami. Uni Eropa telah mengaktifkan satelit pemetaan darurat Copernicus untuk membantu otoritas Indonesia. Kami terus memonitor situasi dan siap menyalurkan bantuan lainnya."
Lewat cuitannya,Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyatakan bahwa ia telah menerima instruksi Presiden Joko Widodo untuk menerima bantuan internasional terkait pemulihan bencana. Thomas sendiri ditunjuk untuk menangani penerimaan bantuan dari sektor swasta.
[Gambas:Twitter] (rds/eks)