"Dari 84 WNA yang terdampak gempa dan tsunami, sekitar delapan orang masih belum bisa diketahui keberadaannya dan belum bisa kami hubungi. Kami masih terus berupaya mencari tahu keberadaan mereka," jelas Juru bicara Kemenlu RI, Arrmanatha Nasir, saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Senin (1/10).
"Delapan WNA itu diantaranya warga Korsel, Perancis, Belgia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan Kemlu bersama tim evakuasi dan kedutaan besar negara asing di Jakarta terus berkoordinasi terkait proses evakuasi WNA dari pusat gempa.
"WNA yang lain sudah berhasil dikontak dan mereka dalam keadaan aman. Beberapa di antara mereka ada yang berada di pusat diving dan tengah diupayakan untuk dievakuasi menggunakan kapal. Sebagian WNA juga ada yang di bandara dan tempat aman lainnya."
Sebagian besar korban tewas terdapat di Palu hingga mencapai 821 orang, sementara di Donggala terdapat 11 orang, dan Kabupaten Parigi Moutong 12 orang.
Setidaknya ada 48 ribu warga Palu yang mengungsi akibat bencana terburuk sejak gempa bumi di Lombok, Nusa tenggara Barat, pada akhir Juli dan awal Agustus lalu. (rds/eks)