"Presiden akan berangkat ke India pada 4 Oktober," kata Asisten kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov kepada wartawan.
"Hal utama dari kunjungan ini adalah penandatanganan perjanjian untuk memberikan sistem pertahanan udara S-400," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moskow telah bernegosiasi untuk melakukan penjualan rudal jarak jauh S-400 ke India selama berbulan-bulan.
Penjualan itu sempat membuat AS geram. Seorang pejabat senior dari Pentagon mengatakan akan mempertimbangkan sanksi terhadap India jika pembelian itu berhasil.
India telah berusaha untuk meminta AS mengabaikan sanksi. Meskipun, seorang pejabat AS mengatakan bahwa diriya tidak ada jaminan akan melakukannya.
Washington memandang New Delhi sebagai negara demokrasi dengan nilai yang sama dan bisa menjadi kunci membantu melawan ambisi regional China di kawasan.
India sejauh ini terus beralih ke AS dan Perancis untuk pembelian senjata, tapi masih bergantung pada perangkat Rusia untuk mempertahankan alutsista lama yang masih digunakan. (cin/eks)