Meski rencana itu gagal, Washington memperingatkan Teheran bahwa rencana serangan bom terhadap kelompok oposisi pemerintahnya di Paris, Perancis, "tidak bisa ditoleransi."
"Perancis mengambil tindakan keras terhadap rencana teroris Iran yang gagal di Paris. Teheran perlu menyadari perilaku keterlaluan ini tidak bisa ditoleransi," ucap Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih melalui Twitter, Rabu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu diutarakan AS tak lama setelah Perancis menyita sejumlah aset intelijen dan dua warga Iran sebagai respons terhadap rencana penyerangan tersebut.
Iran disebut berupaya menyerang pertemuan Dewan Perlawanan Nasional Iran (NCRI) di Villepinte, Paris pada 30 Juni lalu, meski berhasil digagalkan otoritas Perancis. NCRI merupakan sebuah kelompok oposisi pemerintahan Presiden Hassan Rouhani yang berbasis di negara tersebut.
Seorang diplomat dan warga Iran ditangkap akibat kejadian tersebut. Ketiganya dicurigai berkomplot untuk mengebom pertemuan NCRI di Villepinte.
Namun, Iran segera membantah mengotaki rencana penyerangan tersebut. Teheran membujuk Paris untuk menggelar pembicaraan demi "menyelesaikan kesalahpahaman".
Iran tawarkan dialog
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi mengatakan Teheran menolak "sepenuhnya" semua klaim Perancis. Namun, dia menuturkan negaranya membuka pintu untuk berdialog.
Lihat juga:Turki Tangkap 280 Tersangka Pencucian Uang |
Insiden dinilai dapat merenggangkan relasi Iran dan Perancis.
Padahal, Perancis merupakan salah satu pendukung kesepakatan nuklir Iran pada 2015 agar terus dipertahankan menyusul keputusan AS menarik keluar dari perjanjian itu (eks/eks)