Dalam kutipan pidato yang dilihat oleh Reuters, Pence akan memusatkan perhatian pada insiden dengan China di Laut China Selatan pekan lalu. Sehingga, pidato tersebut diperkirakan akan meningkatkan ketegangan hubungan kedua negara.
Pence menegaskan bahwa AS tak gentar dengan intimidasi Cina di Laut Cina Selatan. Ia pun akan memberi Cina peringatan keras dan AS mengecam setiap kebijakan Cina di berbagai belahan dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun pelecehan nekat itu dilakukan, Angkatan Laut Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di wilayah yang diizinkan hukum internasional dan sesuai dengan kepentingan nasional kami. Kami tidak akan diintimidasi. Kami tidak akan mundur," kata Pence.
Kementerian Pertahanan China mengatakan sebuah kapal angkatan laut China telah dikirim untuk memperingatkan kapal AS untuk meninggalkan perairan itu. Ia juga menegaskan bahwa Beijing memiliki kedaulatan absolut atas pulau-pulau di Laut Cina Selatan dan perairan di sekitar mereka.
Pence juga akan menuduh kalau Partai Komunis China telah meyakinkan tiga negara Amerika Latin untuk mengakui Cina dan memutuskan hubungan dengan Taiwan. Selama ini China enggan mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat.
"Tindakan ini mengancam stabilitas Selat Taiwan," kata Pence.
Akibat perang dagang ini, kedua negara memberlakukan tarif impor yang semakin berat antara satu sama lain.
Pence akan mengatakan China menggunakan "diplomasi utang" untuk memperluas pengaruhnya di seluruh dunia.
Sebagai contoh ia menuduh Beijing memberi dukungan untuk "rezim Maduro yang korup dan tidak kompeten di Venezuela," dengan menjanjikan pinjaman US$5 miliar (Rp75,9 triliun) yang dapat dibayar dengan minyak.
Pence juga akan berpendapat bahwa para pejabat China mencoba mempengaruhi para pebisnis AS. Mereka ingin agar para pebisnis mengecam tindakan perdagangan AS dengan, "memanfaatkan keinginan mereka untuk mempertahankan operasi mereka di China."
[Gambas:Video CNN] (eks/eks)