Kementerian Pertahanan Malaysia menyatakan pesawat tersebut diterbangkan ke Jakarta Kamis (4/10) pagi ini sekitar pukul 10.00 waktu Kuala Lumpur.
Di Jakarta, pesawat tersebut akan dipasok berbagai jenis bantuan seperti makanan dan kebutuhan dasar serta darurat lainnya sebelum diterbangkan ke Palu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Pesawat tersebut berisikan 23 awak dan 5 media Malaysia. Kemhan Malaysia mengatakan misi kemanusiaan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Baharin bin Mohamad dari 22 Skuadron.
Selain Malaysia, Inggris juga berencana mengirimkan sebuah pesawat A400M ke pusat gempa di Sulawesi Tengah.
Pada Rabu (3/10), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sedikitnya ada 29 negara dan empat organisasi internasional yang menawarkan bantuan untuk korban gempa Palu dan Donggala.
Pesawat bantuan Malaysia memuat bantuan untuk korban gempa Donggala (Dok. Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia) |
Salah satu yang paling dibutuhkan adalah transportasi. Sejauh ini Sutopo menuturkan ada empat negara yang menawarkan untuk meminjamkan tujuh pesawat militer untuk membantu proses penanganan bencana seperti evakuasi dan pendistribusian bantuan.
Keempat negara itu adalah Singapura, Inggris, Malaysia, dan Jepang. Seluruh biaya operasional pesawat, termasuk bahan bakar, ujarnya, ditanggung oleh masing-masing negara pengirim.
Gempa berkekuatan 7,4 skala richter dan tsunami menerjang Palu dan Donggala pada Jumat pekan lalu. Hingga kemarin, Sutopo mencatat korban meninggal akibat bencana mencapai 1.407 orang.
Meski tak secara resmi meminta, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Indonesia menerima segala dukungan dan bantuan yang hendak diberikan pihak asing untuk menanggulangi bencana terburuk setelah gempa di Lombok akhir Juli lalu. (rds/eks)
Pesawat bantuan Malaysia memuat bantuan untuk korban gempa Donggala (Dok. Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia)