Senator Susan Collins mengecam komentar Presiden yang mengolok Christine Blasey Ford. Collin sendiri belum memutuskan untuk mendukung Kavanaugh.
Selain itu, Senator Lisa Murkowski juga menyebut bahwa pidato Trump sangat tidak pantas dan tidak bisa diterima. Sementara Senator Jeff Flake menyatakan bahwa pernyataan itu tidak pada tempatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Gedung Putih membantah bahwa Trump telah mencemooh profesor universitas itu.
"Presiden hanya memaparkan fakta yang dinyatakan sendiri oleh Dr Ford dalam kesaksiannya," kata juru bicara Sarah Sanders kepada para wartawan.
Tapi dari pihak oposisi, pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer, menyebut kalau pernyataan Trump itu "patut dicela". Ia pun menyerukan bahwa presiden berutang permintaan maaf kepada Blasey Ford.
Lihat juga:Trump Sebut Persidangan Kavanaugh Menakutkan |
Namun, ketika ditanya lebih lanjut, Ford kesulitan untuk mengungkap detil kejadian pada pesta di sebuah rumah pribadi dimana ia yakin telah diserang secara seksual oleh Kavanaugh. Hal itulah yang mendorong Trump untuk mengejeknya ketika berpidato didepan pendukungnya.
Aduan atas pelecehan seksual dari tiga perempuan ini merunyamkan nasib Kavanaugh. Apalagi persidangan kontroversi terhadap Kavanaugh ini muncul jelang pemilihan legislatif (kongres) pada November mendatang.
Brett Kavanaugh, calon hakim Mahkamah Agung AS (Reuters/Joshua Roberts/File Photo) |
Jika Partai Republik bisa mendapat sebagian besar kursi di kongres maka hal itu akan memuluskan Trump untuk mengeluarkan kebijakannya tanpa sandungan berarti.
Munculnya laporan ini membuat pemilihan Kavanaugh diundur. FBI pun diberi waktu seminggu untuk melakukan penyidikan.
Pemimpin mayoritas kongres, Senat Mitch McConnell mengumumkan bahwa FBI dijadwalkan untuk memberikan laporan pada Rabu malam. Diharapkan laporan ini akan mengakhiri perdebatan mengenai pencalonan Kavanaugh. Sehingga prosedur pemilihan Mahkamah Agung ini bisa segera dilakukan pada Jumat dan pemungutan suara dilakukan keesokan harinya. (eks/eks)
Brett Kavanaugh, calon hakim Mahkamah Agung AS (Reuters/Joshua Roberts/File Photo)