Kavanaugh lolos sebagai salah satu hakim MA setelah jajak pendapat Senat menyetujui pencalonannya dengan suara 50-48. Selisih suara itu menjadi yang paling ketat dalam satu dekade terakhir.
Dalam upacara pelantikan hakim di Gedung Putih, Trump berdiri di samping Kavanaugh dan mengatakan dia meminta maaf atas nama negara terkait segala penderitaan yang dialami hakim pilihannya itu selama konfirmasi Senat, termasuk tudingan skandal pelecehan seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama bangsa Amerika, saya ingin meminta maaf kepada Brett dan seluruh keluargnya untuk penderitaan dan kesakitan yang selama ini terpaksa Anda alami," kata Trump pada Senin (9/10) seperti dikutip AFP.
Pencalonan Kavanaugh menjadi yang paling kontroversial dalam sejarah AS. Sebab sebelum pemilihan, pria 53 tahun itu sempat terjerat masalah pelecehan seksual dan dugaan pemerkosaan.
Dia menganggap Demokrtat "jahat" dan tudingan pelecehan seksual terhadap Kavanaugh sebagai "tipuan" belaka.
Trump menyebut dia tidak akan pernah membawa persaingan politik ke peradilan tertinggi itu.
"Mahkamah Agung adalah tim yang terdiri dari sembilan hakim. Dan saya akan selalu menjadi pemain tim dalam tim tersebut. Proses konfirmasi Senat kemarin adalah perdebatan yang emosional. Proses itu sekarang sudah berakhir," ucap Trump.
Ford sempat bersaksi di hadapan Senat. Dalam kesaksiannya, Ford mengaku dilecehkan oleh Kavanaugh pada 1982, ketika keduanya masih bersekolah di Maryland. Kala itu, Kavanaugh masih berusia 17 tahun, sementara Ford dua tahun lebih muda.
Ford mengklaim bahwa saat itu Kavanaugh mencoba membuka bajunya ketika sedang mabuk di sebuah pesta. (eks/eks)