Menerima kehadiran Haley di Oval Office, Trump mengatakan bahwa mantan Gubernur South Carolina itu sudah menjalankan "tugas dengan fantastis."
Trump mengatakan bahwa Haley sebenarnya sudah mengutarakan keinginannya untuk berhenti sejak beberapa bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak mengungkap rencananya ke depan, Haley memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden melawan Trump pada pemilu 2020 mendatang.
Haley memang sempat digadang-gadang menjadi salah satu capres untuk Partai Republik sebagai alternatif sosok yang lebih moderat.
Nama Haley mulai menjadi sorotan publik setelah tragedi besar yang terjadi di wilayah pimpinannya pada 17 Juni 2015, ketika sembilan warga kulit hitam tewas ditembak di dalam gereja.
Saat itu, Haley memberikan tanggapan yang sangat keras hingga akhirnya ia memutuskan untuk menurunkan bendera Konfederasi Amerika dari gedung parlemen South Carolina.
Lihat juga:Putri Imigran India Jadi Dubes AS untuk PBB |
Sikap Haley ini membuatnya menuai pujian dari banyak pihak, termasuk kedua kubu Partai Republik dan Partai Demokrat.
Meski kerap berselisih paham dengan Trump selama masa kampanye, putri imigran India ini tetap bekerja secara profesional di PBB.
Haley mulai menunjukkan gelagat tak baik sejak beberapa bulan lalu, ketika ia bercerita kepada Reuters mengenai tugasnya untuk melindungi kepentingan AS di PBB.
"Setiap hari saya merasa harus memakai pelindung tubuh dari senjata," katanya.
[Gambas:Video CNN] (has)