Trump menganggap Ivanka sangat kompeten untuk jabatan strategis tersebut. Namun, Trump mengurungkan niatnya itu karena menganggap penunjukan Ivanka bisa memicu publik menuduhnya nepotisme.
"Saya pikir Ivanka akan hebat (menjadi dubes AS di PBB). Dia akan menjadi dinamit yang menggemparkan (di PBB). Tapi bukan berarti saya memilih dia, saya ingin (memilihnya) tapi kemudian orang akan menuduh saya nepotisme," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dilansir CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Duta Besar AS untuk PBB Mengundurkan Diri |
Ivanka segera meredam sejumlah kritikan terkait pernyataan sang ayah tersebut.
Melalui Twitternya, Ivanka membantah bahwa dirinya akan menggantikan Haley.
"Merupakan suatu kehormatan untuk melayani Gedung Putih bersama begitu banyak rekan kerja yang hebat dan saya tahu bahwa Presiden akan menunjuka kandidat hebat sebagai pengganti Dubes Haley. Penggantinya bukan saya," tutur Ivanka seperti dikutip AFP.
[Gambas:Twitter]
Ivanka menyebut Haley sebagai "seorang reformis berani yang berprinsip realisme dan selalu memperjuangkan kebenaran dengan tak tergoyahkan."
Haley, seorang politikus Partai Republik yang tengah meroket, memutuskan mengundurkan diri sebagai Dubes AS di PBB setelah 18 bulan menjabat.
Mantan Gubernur South Carolina menyerahkan surat pengunduran dirinya itu langsung ke Trump di Oval Office pada Selasa siang.
Beberapa media lokal menyebut Haley berencana kembali menjadi pengusaha dan berkiprah di sektor swasta. Namun, beberapa pemberitaan menyebut dia keluar dari jabatan publik karena memiliki hutang yang belum dilunasi.
Mengutip isi surat Haley, Trump menyebut perempuan 46 tahun ini mengundurkan diri untuk "beristirahat."
Trump memuji Haley yang dianggapnya telah melakukan pekerjaan yang hebat.
[Gambas:Video CNN] (rds/eks)