Pria itu dipanggil dengan sebutan "Alexander Petrov". Sementara nama aslinya adalah Alexander Mishkin, seorang dokter militer yang dipekerjakan oleh Dinas Intelijen Militer (GRU) Rusia.
Nama dan karya Mishkin secara independen dikonfirmasi oleh Conflict Intelligence Team, sebuah situs investigasi bahasa Rusia yang memiliki reputasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Higgins dan Grozev mengatakan bahwa Mishkin dijadikan pahlawan federasi Rusia yang merupakan gelar kehormatan tertinggi di negara itu oleh Putin pada 2014 lalu.
Kelompok investigasi sebelumnya telah mengidentifikasi Anatoly Chepiga sebagai tersangka dibalik kasus ini. Dirinya juga menerima penghargaan tertinggi Rusia dalam upacara rahasia di Kremlin pada 2014.
Percobaan pembunuhan
Polisi berjaga didepan rumah Sergei Skripal, mantan mata-mata Rusia yang diduga dibunuh dengan racun (Reuters/Toby Melville) |
"Temuan dari penyelidikan ini oleh Bellingcat menambahkan adanya kemungkinan konteks material ke misi kedua petugas GRU ke Salisbury," tulis laporan itu.
Mishkin lahir di desa terpencil, Loyga di Rusia Utara pada 1979. Dirinya lulus pada 2003 dari akademi medis militer Rusia di St Petersburg, dirinya merupakan spesialis fisiologi "deep underwater".
Para peneliti mengatakan bahwa dirinya direkrut oleh GRU pada 2003 dan pindah ke Moskow pada 2009 dimana dirinya menggunakan identitas Alexander Petrov.
Konfirmasi Bellingcat
Sergei dan putrinya Yulia Skripal dibunuh di rumahnya sendiri di Inggris (Yulia Skripal/Facebook via REUTERS) |
Bellingat mengatakan bahwa pihaknya memperoleh catatan perlintasan perbatasan tidak lengkap yang menunjukkan Mishkin bepergian dan menyamar jadi Petrov selama beberapa kali ke Ukraina antara 2010 dan 2013.
Dirinya juga diketahui sering menyebrang dengan mobil dari Transnistria dan tinggal dalam waktu singkat.
Bellingcat mengatakan bahwa mitra Investigasi Rusia, The Insider mengirim seorang reporter ke desa Loyga, dimana setidaknya ada tujuh penduduk yang mengakui foto-foto Petrov sebagai Mishkin.
Bellingcat menambahkan bahwa wartawan itu tidak dapat berbicara langsung dengan nenek dan melihat foto itu.
Pada bulan lalu, Putin bersikeras bahwa dua orang yang diidentifikasi oleh polisi Inggris berada dibalik kasus racun Skripal bukan anggota dari GRU.
"Mereka adalah warga sipil biasa, tentu saja," kata dia. (cin/eks)
Polisi berjaga didepan rumah Sergei Skripal, mantan mata-mata Rusia yang diduga dibunuh dengan racun (Reuters/Toby Melville)
Sergei dan putrinya Yulia Skripal dibunuh di rumahnya sendiri di Inggris (Yulia Skripal/Facebook via REUTERS)