Seorang warga sipil juga ikut terluka dalam insiden itu. Warga itu terkena pecahan peluru yang ditembakan militer ke arah penyerang. Insiden itu terjadi di persimpangan dekat Kota Nablus, utara Tepi Barat.
Hingga kini sang pelaku masih dalam pencarian militer. Kedua korban penyerangan, papar militer, segera di bawa ke rumah sakit tak lama setelah insiden berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media Israel menyebut pelaku baru-baru ini dipecat dari pekerjaannya di zona industri tersebut. Hal itu memicu spekulasi bahwa pelaku melakukan serangan karena dendam. Hingga kini otoritas Israel masih mencari pelaku penembakan tersebut.
Gelombang penyerangan yang dilakukan warga Palestina terhadap warga Israel mulai merebak pada 2015 lalu. Sejak itu, serangan "lone wolf" kerap terjadi secara sporadis, terutama di wilayah perbatasan Israel-Palestina.
Israel menganggap serangan-serangan terhadap warganya itu sebagai "hasutan" dan terjadi akibat kurangnya kemajuan dalam upaya perdamaian kedua negara. (rds/eks)