"Mereka (China) hidup terlalu baik dalam waktu yang terlalu lama, sejujurnya, saya merasa mereka berpikir bahwa orang Amerika adalah orang bodoh. Orang Amerika bukan orang bodoh," kata Trump dalam wawancaranya bersama Fox, Kamis (11/10).
Dalam kesempatan itu, Trump turut "menyombongkan" kebijakannya yang telah menampar produk-produk impor China dengan tarif hingga US$250 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekonomi mereka (China) telah turun secara substansial," ujar Trump. "Banyak yang harus saya lakukan jika ingin melakukannya. Saya tidak ingin melakukannya, tapi mereka harus dibuat datang ke meja kita."
Dia juga menuduh para pendahulunya yakni Presiden Barack Obama dan Presiden George W Bush "membiarkan China lepas kendali" dengan perekonomiannya.
"Kami tidak akan membayar US$500 miliar per tahun ke China dan membangun China kembali," kata Trump yang mengacu pada total impor tahunan produk China ke AS seperti dikutip AFP.
Belakangan Trump terus menekan China supaya mau mengurangi defisit perdagangan kedua negara dengan meningkatkan penjualan produk AS di negara tersebut.
Pemberlakukan tarif juga disebut Trump dilakukan sebagai peringatan terhadap China agar berhenti mencuri kekayaan intelektual secara luas terhadap bisnis-bisnis AS.
China merespons manuver Trump tersebut dengan turut memasang tarif balasan terhadap produk AS.
Dana Moneter Internasional (IMF) menganggap perang dagang memang menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi China pada 2019 mendatang. IMF menyebut perang dagang membuat laju pertumbuhan ekonomi China untuk setahun ke depan menjadi yang paling lambat sejak 1990.
Tak hanya China, IMF juga menilai perang dagang turut memperlambat laju ekonomi global secara keseluruhan, termasuk perekonomian AS sendiri. (rds/eks)